GERD, Nyeri Dada, dan Alergi Makanan pada Anak: Apa Hubungannya?
Meta description: GERD pada anak dapat menimbulkan rasa terbakar atau nyeri di dada, tetapi gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh asam lambung. Alergi makanan, terutama alergi non-IgE, dapat menimbulkan gejala saluran cerna yang menyerupai atau memperburuk keluhan refluks sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh.
Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi ketika refluks isi lambung menimbulkan gejala yang mengganggu atau komplikasi. Pada anak dan remaja, keluhan dapat berupa rasa terbakar di dada, nyeri ulu hati, rasa asam di mulut, mual, muntah, atau kesulitan menelan. Namun, nyeri dada tidak otomatis berarti GERD. Diagnosis banding meliputi gangguan esofagus, gangguan fungsional, penyakit saluran napas, masalah muskuloskeletal, hingga penyebab kardiovaskular tertentu. Pada anak, alergi makanan juga perlu dipertimbangkan pada keadaan tertentu, terutama bila keluhan gastrointestinal disertai gejala alergi lain atau terdapat pola yang konsisten terhadap makanan tertentu. Pedoman NASPGHAN/ESPGHAN menekankan evaluasi klinis yang terarah dan menghindari atribusi berlebihan terhadap refluks, sedangkan EAACI menegaskan bahwa hubungan antara alergi makanan dan GERD pada anak kecil memang ada pada sebagian pasien tetapi tidak boleh diasumsikan pada semua kasus.
- GER atau gastroesophageal reflux merupakan peristiwa fisiologis yang dapat terjadi pada anak, terutama bayi. Refluks baru disebut GERD apabila menimbulkan gejala yang mengganggu atau komplikasi. Karena itu, muntah atau gumoh sesekali tidak selalu merupakan penyakit dan tidak selalu membutuhkan obat penekan asam. Pedoman pediatrik menekankan pentingnya membedakan refluks fisiologis dari GERD sebelum menentukan terapi.
- Salah satu keluhan yang sering membuat orang tua khawatir adalah nyeri dada. Pada anak dan remaja, nyeri dada memang dapat berkaitan dengan refluks, tetapi penyebabnya sangat beragam. Oleh sebab itu, menganggap setiap nyeri dada sebagai “asam lambung” dapat menyebabkan diagnosis lain terlewat.
Bagaimana GERD dapat menyebabkan nyeri dada?
- Refluks isi lambung ke esofagus dapat menyebabkan iritasi pada lapisan esofagus. Pada anak yang lebih besar dan remaja, keluhan dapat dirasakan sebagai rasa panas atau terbakar di belakang tulang dada, nyeri ulu hati, rasa asam atau pahit di mulut, atau rasa makanan/cairan kembali ke tenggorokan.
- Namun, hubungan antara refluks dan nyeri dada harus dinilai berdasarkan pola gejala, bukan hanya berdasarkan lokasi nyeri. Pemeriksaan penunjang tidak selalu diperlukan pada setiap anak, dan pemeriksaan harus disesuaikan dengan dugaan klinis.
- Pedoman NASPGHAN/ESPGHAN juga mengingatkan agar gejala pernapasan dan laring tidak secara otomatis dianggap disebabkan oleh GERD.
Nyeri dada tidak selalu GERD
- Nyeri dada pada anak dapat berasal dari berbagai sistem. Penyebab yang relatif sering antara lain nyeri dinding dada atau otot, gangguan saluran cerna, infeksi saluran pernapasan, asma, kecemasan, serta kondisi lain yang lebih jarang tetapi penting untuk dikenali.
- Karena itu, dokter perlu menilai lokasi nyeri, karakter nyeri, lama dan frekuensinya, hubungan dengan makan atau aktivitas, gejala penyerta, riwayat penyakit, serta pemeriksaan fisik.
- Nyeri dada yang muncul saat aktivitas fisik, disertai pingsan, sesak berat, berdebar, atau memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga memerlukan evaluasi medis segera karena tidak tepat diasumsikan sebagai GERD.
Apa hubungan GERD dengan alergi makanan?
- Hubungan antara alergi makanan dan GERD pada anak cukup kompleks. Alergi makanan bukan penyebab semua kasus GERD, tetapi pada sebagian bayi dan anak kecil, reaksi terhadap protein makanan dapat menimbulkan gejala gastrointestinal yang menyerupai atau berhubungan dengan keluhan refluks.
- EAACI menjelaskan bahwa GER dan alergi makanan sama-sama cukup sering ditemukan pada usia awal kehidupan, sementara hubungan sebab-akibat antara keduanya masih bersifat kompleks dan tidak boleh digeneralisasi. Position paper EAACI secara khusus membahas diagnosis dan tata laksana dugaan GERD yang berkaitan dengan alergi makanan pada anak kecil.
- Karena itu, pada bayi dengan muntah atau refluks yang menetap, terutama bila terdapat tanda lain yang mengarah pada alergi makanan, dokter dapat mempertimbangkan alergi sebagai salah satu diagnosis banding.
Kapan alergi makanan perlu dipertimbangkan?
- Kecurigaan terhadap alergi makanan menjadi lebih bermakna apabila keluhan saluran cerna memiliki hubungan yang konsisten dengan makanan tertentu dan disertai manifestasi lain yang sesuai.
- Pada alergi yang diperantarai IgE, gejala biasanya muncul relatif cepat setelah konsumsi makanan dan dapat berupa urtikaria, pembengkakan, muntah, mengi, atau reaksi sistemik. Sementara itu, reaksi non-IgE-mediated dapat memberikan gambaran yang lebih lambat dan terutama mengenai saluran cerna.
- Namun, gejala seperti kembung, muntah, konstipasi, nyeri perut, atau sulit makan tidak dengan sendirinya membuktikan alergi makanan. Banyak kondisi lain dapat menghasilkan gejala serupa.
Mengapa diagnosis alergi makanan tidak boleh hanya berdasarkan dugaan?
- Diagnosis alergi makanan membutuhkan pendekatan yang sistematis. EAACI merekomendasikan riwayat klinis yang terarah terlebih dahulu, kemudian pemeriksaan yang sesuai bila dicurigai alergi IgE-mediated. Bila diagnosis masih belum jelas, oral food challenge (OFC) yang dilakukan secara medis dan terawasi dapat digunakan untuk mengonfirmasi atau menyingkirkan alergi pada kasus yang sesuai.
- Hal ini penting karena eliminasi makanan tanpa indikasi yang jelas dapat menyebabkan pembatasan diet yang tidak diperlukan dan berpotensi mengganggu kecukupan nutrisi, terutama pada anak yang sedang tumbuh.
Apakah semua anak dengan GERD perlu obat PPI?
- Tidak. PPI (proton pump inhibitor) bukan obat yang diberikan secara otomatis kepada setiap anak yang muntah, kembung, atau mengeluh nyeri dada.
- Pedoman NASPGHAN/ESPGHAN menekankan penggunaan obat penekan asam secara selektif dan, pada kondisi yang sesuai, uji terapi yang terbatas waktunya. Pada bayi dengan dugaan gejala GERD, pedoman juga menempatkan evaluasi terhadap kemungkinan alergi protein susu sapi dan penggunaan formula hidrolisat ekstensif atau berbasis asam amino pada situasi tertentu sebelum langsung menggunakan penekan asam.
- Keputusan penggunaan PPI harus dilakukan oleh dokter berdasarkan usia, gejala, pemeriksaan, diagnosis yang dicurigai, serta respons terhadap terapi.
GERD, alergi makanan, dan gangguan makan
- Hubungan ketiganya juga penting diperhatikan pada anak. Nyeri atau ketidaknyamanan setelah makan dapat membuat anak menjadi takut makan, menolak makanan, makan dalam jumlah sedikit, atau mengalami pola makan yang semakin terbatas. Namun, sulit makan tidak otomatis berarti alergi atau GERD.
- Jika anak mengalami kesulitan makan disertai pertumbuhan yang kurang baik, muntah berulang, nyeri saat menelan, sulit menelan, atau keluhan gastrointestinal yang menetap, diperlukan evaluasi untuk mencari penyebab medis maupun faktor perilaku dan perkembangan.
Tabel perbedaan sederhana
| Kondisi | Keluhan yang mungkin muncul | Petunjuk penting |
|---|---|---|
| GERD | Rasa panas/nyeri dada, regurgitasi, nyeri ulu hati | Pola dapat berkaitan dengan refluks |
| Alergi makanan IgE | Gatal, biduran, bengkak, muntah, mengi | Biasanya muncul relatif cepat setelah makanan pemicu |
| Alergi makanan non-IgE | Gejala gastrointestinal yang lebih lambat | Diagnosis berdasarkan pola klinis dan evaluasi terarah |
| Nyeri dinding dada | Nyeri lokal, dapat dipengaruhi gerakan/tekanan | Sering berasal dari otot atau struktur dinding dada |
| Asma/penyakit napas | Sesak, batuk, mengi | Evaluasi sistem pernapasan diperlukan |
| Gangguan fungsional | Nyeri berulang tanpa temuan organik yang jelas | Diagnosis setelah penyebab lain dipertimbangkan |
- Tabel tersebut merupakan gambaran umum dan bukan alat untuk menentukan diagnosis sendiri.
Tanda bahaya pada nyeri dada
- Anak perlu mendapatkan pemeriksaan medis segera apabila nyeri dada disertai sesak berat, pingsan, kebiruan, penurunan kesadaran, nyeri hebat atau memburuk cepat, nyeri saat aktivitas fisik, jantung berdebar hebat, atau terdapat riwayat penyakit jantung tertentu dalam keluarga.
- Pada bayi dan anak kecil, tanda bahaya juga dapat berupa kesulitan bernapas, muntah berulang dengan kondisi umum memburuk, sulit minum, dehidrasi, atau gangguan pertumbuhan.
Prinsip penanganan
- Penanganan harus diarahkan pada penyebab yang terbukti atau paling mungkin, bukan hanya pada gejala. Pada GERD, dokter dapat mempertimbangkan perubahan pola makan dan perilaku yang sesuai usia, evaluasi faktor pemicu, serta obat bila memang terdapat indikasi. Pada dugaan alergi makanan, eliminasi makanan pemicu harus dilakukan secara terarah dan dengan memperhatikan kecukupan nutrisi.
- Untuk alergi makanan yang sudah terkonfirmasi, prinsip utama adalah menghindari alergen yang terbukti serta mendapatkan edukasi mengenai pengenalan dan penanganan reaksi alergi. EAACI menekankan pentingnya rencana tata laksana, edukasi, dan dukungan nutrisi pada pasien dengan alergi makanan.
Kesimpulan
- GERD dapat menyebabkan nyeri dada pada anak dan remaja, tetapi nyeri dada tidak boleh otomatis dianggap sebagai GERD. Alergi makanan juga dapat menimbulkan keluhan gastrointestinal dan pada sebagian anak dapat berhubungan dengan gejala yang menyerupai atau memperburuk refluks, terutama pada usia dini. Namun, hubungan tersebut tidak berarti setiap anak dengan GERD memiliki alergi makanan.
- Pendekatan terbaik adalah anamnesis yang rinci, pemeriksaan klinis, diagnosis banding yang tepat, pemeriksaan penunjang bila diperlukan, serta evaluasi alergi yang berbasis bukti. Diagnosis alergi tidak sebaiknya ditegakkan hanya berdasarkan satu hasil tes atau dugaan orang tua; pada kondisi yang tepat, OFC terawasi medis dapat menjadi bagian penting dalam konfirmasi diagnosis.
- Dengan pendekatan tersebut, anak dapat terhindar dari dua kesalahan sekaligus: menganggap semua nyeri dada sebagai “asam lambung” dan menganggap semua keluhan pencernaan sebagai “alergi makanan”.
Referensi utama
- NASPGHAN/ESPGHAN. Pediatric Gastroesophageal Reflux Clinical Practice Guidelines. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition. 2018.
- EAACI. Diagnosis and management of food allergy-associated gastroesophageal reflux disease in young children – EAACI position paper. Pediatric Allergy and Immunology. 2022.
- EAACI. EAACI guidelines on the diagnosis of IgE-mediated food allergy.
- EAACI. EAACI Guidelines on the Management of IgE-Mediated Food Allergy. Allergy. 2024.
- AAAAI–EAACI PRACTALL. Standardizing oral food challenges—2024 Update. Pediatric Allergy and Immunology. 2024.










Leave a Reply