KLINIK DR WIDODO pediatrician

BETTER ALLERGY CARE, HEALTHIER CHILDHOOD

INFLUENZA A PADA ANAK POSITIF, HARUS DIRAWAT? POSITIF, HARUS ANTIVIRUS?

INFLUENZA A PADA ANAK POSITIF, HARUS DIRAWAT? POSITIF, HARUS ANTIVIRUS?

Jawabannya tidak selalu.

Hasil tes influenza A positif tidak otomatis berarti anak harus dirawat di rumah sakit. Dokter perlu melihat kondisi anak secara keseluruhan. Apakah anak masih aktif? Apakah masih mau minum? Apakah napasnya normal? Apakah ada pneumonia, dehidrasi, kejang, atau komplikasi lain? Sebagian besar anak dengan influenza dapat menjalani perawatan di rumah setelah diperiksa dokter. Namun, anak di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun, memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Risiko juga meningkat pada anak dengan penyakit kronis tertentu, seperti asma, diabetes, penyakit jantung atau paru, gangguan neurologis, dan kondisi imunosupresi.

KAPAN ANTIVIRUS DIPERLUKAN?

Antivirus lebih kuat dipertimbangkan pada anak yang:

• Dirawat di rumah sakit
• Mengalami penyakit berat
• Kondisinya semakin memburuk
• Mengalami komplikasi seperti pneumonia
• Memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi

Pada anak lain yang mengalami influenza, antivirus juga dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi klinis. OSeltamivir menjadi salah satu pilihan utama antivirus untuk anak. Dokter menentukan penggunaannya berdasarkan usia, berat badan, kondisi klinis, penyakit penyerta, fungsi ginjal, dan kemampuan anak menerima obat.

MENGAPA 48 JAM PENTING?

  • Antivirus memberikan manfaat terbesar bila diberikan sedini mungkin, terutama dalam 48 jam pertama sejak gejala muncul.
  • Namun, lewat 48 jam bukan berarti antivirus otomatis tidak bermanfaat. Pada penyakit berat, progresif, berkomplikasi, dirawat di rumah sakit, atau anak dengan risiko tinggi, antivirus tetap dapat diberikan meskipun gejala sudah berlangsung lebih dari 48 jam.

HASIL TES BUKAN SATU-SATUNYA PENENTU

  • Dua anak bisa sama-sama positif influenza A, tetapi kondisinya berbeda.
  • Anak pertama masih aktif, mampu minum, bernapas normal, dan tidak mengalami komplikasi.
  • Anak kedua mengalami sesak, dehidrasi, pneumonia, atau penurunan kesadaran.
  • Karena itu, hasil pemeriksaan harus dibaca bersama kondisi klinis anak.

SEGERA PERIKSA JIKA ADA:

• Napas cepat atau sulit bernapas
• Tarikan dinding dada
• Bibir atau wajah kebiruan
• Nyeri dada
• Tidak mau minum atau tanda dehidrasi
• Tidak buang air kecil sekitar 8 jam
• Sangat lemah atau sulit dibangunkan
• Kejang
• Tidak berinteraksi seperti biasanya
• Demam atau batuk sempat membaik lalu kembali memburuk
• Penyakit kronis menjadi lebih berat

INGAT 3 HAL

  • POSITIF INFLUENZA A ≠ OTOMATIS RAWAT INAP
  • POSITIF INFLUENZA A ≠ OTOMATIS WAJIB ANTIVIRUS PADA SEMUA ANAK
  • PENYAKIT BERAT, PROGRESIF, BERKOMPLIKASI, ATAU RISIKO TINGGI → ANTIVIRUS PERLU SEGERA DIPERTIMBANGKAN.

Keputusan terapi tetap membutuhkan pemeriksaan dokter. AAP, CDC, dan WHO menempatkan kondisi klinis, tingkat keparahan, komplikasi, dan faktor risiko sebagai dasar penting dalam menentukan penatalaksanaan influenza pada anak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *