TANYA JAWAB ILMIAH: KAPAN ANAK DENGAN INFLUENZA A HARUS DIRAWAT?
Pertanyaan: Anak saya dinyatakan positif influenza A. Demam cukup tinggi, batuk, pilek, lemas, dan nafsu makan menurun. Kapan influenza A pada anak masih dapat dirawat di rumah dan kapan harus dirawat di rumah sakit? Apakah semua anak dengan influenza A memerlukan antibiotik? Apakah semua anak perlu mendapatkan antivirus seperti oseltamivir? Bagaimana menentukan anak yang berisiko mengalami pneumonia, dehidrasi, komplikasi neurologis, atau penyakit berat sehingga membutuhkan perawatan di rumah sakit?
Kapan influenza A membutuhkan perawatan rumah sakit?
- Sebagian besar anak dengan influenza A tidak memerlukan rawat inap. Anak dengan kondisi umum baik, masih mampu minum, masih berkemih dengan baik, tidak mengalami gangguan pernapasan, kesadaran normal, dan tidak memiliki tanda komplikasi umumnya dapat dirawat di rumah dengan pemantauan. Terapi terutama berupa hidrasi, nutrisi sesuai toleransi, istirahat, pengendalian demam, dan pemantauan perkembangan gejala. Keputusan rawat inap tidak ditentukan hanya oleh hasil positif influenza A, tetapi berdasarkan kondisi klinis dan faktor risiko anak.
- Rawat inap perlu dipertimbangkan bila anak mengalami gangguan pernapasan. Tanda yang perlu diperhatikan meliputi sesak, napas cepat, retraksi dinding dada, penggunaan otot bantu napas, sianosis, atau saturasi oksigen rendah. Pneumonia merupakan salah satu komplikasi penting influenza. Bila terdapat hipoksemia atau gangguan respirasi yang bermakna, anak membutuhkan evaluasi dan pemantauan di fasilitas kesehatan.
- Dehidrasi juga menjadi alasan penting untuk membawa anak ke rumah sakit. Anak dengan influenza dapat mengalami penurunan asupan karena demam, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, mual, muntah, atau kelemahan. Bila anak tidak mampu minum secara adekuat, muntah terus-menerus, urine sangat berkurang, tampak sangat lemas, atau menunjukkan tanda gangguan perfusi, terapi cairan melalui enteral atau intravena dapat diperlukan. Pada bayi, perubahan asupan dan frekuensi berkemih perlu dipantau lebih ketat.
- Gangguan neurologis merupakan indikasi evaluasi segera. Kejang yang berlangsung lama, kejang berulang, kejang tanpa demam, penurunan kesadaran, sulit dibangunkan, kebingungan, perubahan perilaku yang nyata, atau munculnya defisit neurologis tidak boleh dianggap sebagai gejala influenza biasa. Influenza dapat berhubungan dengan komplikasi neurologis seperti kejang demam, ensefalopati, dan ensefalitis, walaupun komplikasi tersebut relatif jarang.
- Anak dengan penyakit penyerta mempunyai ambang rawat yang lebih rendah. Anak usia kurang dari 5 tahun, terutama bayi dan anak usia sangat muda, mempunyai risiko komplikasi lebih tinggi. Risiko juga meningkat pada anak dengan asma atau penyakit paru kronis, penyakit jantung, gangguan neurologis atau neuromuskular, diabetes, gangguan imunitas, serta kondisi medis kronis lainnya. Pada kelompok tersebut, influenza yang tampak ringan tetap membutuhkan pemantauan lebih ketat.
Apakah perlu antibiotik dan antivirus?
- Antibiotik tidak diperlukan untuk influenza A tanpa bukti infeksi bakteri. Influenza A disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak membunuh virus influenza dan tidak mempercepat penyembuhan infeksi virus. Pemberian antibiotik secara rutin pada setiap anak dengan influenza A tidak sesuai dengan prinsip penggunaan antibiotik yang rasional.
- Antibiotik baru dipertimbangkan bila terdapat kecurigaan infeksi bakteri sekunder. Contohnya adalah pneumonia bakteri, otitis media akut tertentu, sinusitis bakteri, atau sepsis. Kecurigaan dapat meningkat bila anak mengalami perburukan setelah sempat membaik, demam kembali, gangguan napas semakin berat, temuan paru yang mendukung pneumonia, atau terdapat bukti laboratorium dan radiologi yang mengarah pada infeksi bakteri. Jadi, hasil influenza A positif tidak otomatis berarti anak harus mendapatkan antibiotik.
- Antivirus mempunyai prinsip yang berbeda. Tidak semua anak dengan influenza A membutuhkan antivirus, tetapi terapi antivirus perlu dipertimbangkan pada anak yang dirawat di rumah sakit, mengalami penyakit berat atau progresif, mempunyai komplikasi influenza, atau mempunyai faktor risiko komplikasi. AAP merekomendasikan oseltamivir sebagai pilihan utama pada anak dengan influenza karena pengalaman penggunaannya yang luas pada populasi pediatrik.
- Waktu pemberian antivirus sangat penting. Manfaat terapi paling besar bila oseltamivir diberikan dalam 48 jam pertama sejak onset gejala. Namun, anak dengan penyakit berat, progresif, komplikasi, atau risiko tinggi tetap dapat memperoleh manfaat meskipun datang setelah 48 jam. Karena itu, batas 48 jam tidak boleh digunakan sebagai alasan otomatis untuk menolak antivirus pada anak yang sakit berat atau mempunyai risiko komplikasi tinggi. Pada anak yang dirawat di rumah sakit, terapi antivirus sebaiknya dimulai sedini mungkin bila influenza dicurigai.
- Secara praktis, keputusan dapat diringkas menjadi tiga kelompok. Anak sehat dengan influenza ringan umumnya dapat dirawat di rumah dan tidak membutuhkan antibiotik rutin. Antivirus dapat dipertimbangkan berdasarkan usia, waktu onset, berat penyakit, dan faktor risiko. Anak dengan sesak, hipoksemia, dehidrasi berat, gangguan kesadaran, komplikasi neurologis, pneumonia, penyakit progresif, atau kondisi komorbid berisiko membutuhkan perawatan rumah sakit dan evaluasi antivirus segera. Jadi, pertanyaan utama bukan hanya “positif influenza A atau tidak”, tetapi “seberapa berat penyakitnya, apakah ada faktor risiko, dan apakah sudah muncul komplikasi?”
Daftar pustaka
- Nair H, Brooks WA, Katz M, et al. Global burden of respiratory infections due to seasonal influenza in young children: a systematic review and meta-analysis. Lancet. 2011;378:1917-1930.
- Gill PJ, Ashdown HF, Wang K, et al. Identification of children at risk of influenza-related complications in primary and ambulatory care: a systematic review and meta-analysis. Lancet Respir Med. 2015;3(2):139-149. doi:10.1016/S2213-2600(14)70252-8. PMID:25481379.
- Esposito S, Daleno C, Baldanti F, et al. Influenza in children. Curr Opin Pediatr. 2017;29(1):75-81. doi:10.1097/MOP.0000000000000495. PMID:28346272. (PubMed)
- Fiore AE, Fry A, Shay D, et al. Antiviral agents for the treatment and chemoprophylaxis of influenza. MMWR Recomm Rep. 2011;60(RR-01):1-24.
- AAP Committee on Infectious Diseases. Recommendations for Prevention and Control of Influenza in Children, 2026-2027. Pediatrics. 2026.
- Bassett KH, Rao S, Beck J, et al. Variability of Clinician Recommendations for Oseltamivir in Children Hospitalized With Influenza. Pediatrics. 2025;155(5):e2024069111. doi:10.1542/peds.2024-069111. (PubMed)
- World Health Organization. Influenza (seasonal). WHO. 2025. (World Health Organization)
- World Health Organization. How can I avoid getting the flu? WHO. 2026. (World Health Organization)
- World Health Organization. Global Influenza Surveillance and Response System and vaccine virus recommendations. WHO Global Influenza Programme. 2026. (World Health Organization)













Leave a Reply