- Bulan Imunisasi Kejar Oktober 2026: Yuk, Lengkapi Imunisasi Anak yang Terlewat!
- dr Sandiaz Yudhasmara, Dr Widodo Judarwantp, pediatrician
Imunisasi membantu melindungi bayi dan anak dari berbagai penyakit berbahaya, seperti polio, campak, difteri, pertusis, dan hepatitis B. Namun, ada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap karena sakit saat jadwal vaksinasi, orang tua lupa, atau terkendala akses ke fasilitas kesehatan. Bulan Imunisasi Kejar pada 1–31 Oktober 2026 menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memeriksa kembali catatan imunisasi dan melengkapi vaksin yang masih kurang. Orang tua dapat membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) ke Posyandu atau Puskesmas terdekat. Petugas kesehatan akan memeriksa riwayat vaksinasi dan menentukan imunisasi yang masih diperlukan sesuai usia anak. Imunisasi yang terlambat umumnya masih dapat dilanjutkan tanpa harus mengulang seluruh rangkaian dari awal, meskipun aturan setiap vaksin dapat berbeda.
Apa itu Bulan Imunisasi Kejar?
- Bapak dan Ibu, apakah imunisasi si Kecil sudah lengkap?
- Kadang-kadang, jadwal imunisasi terlewat karena anak sedang sakit, orang tua sibuk, lupa tanggal pemberian vaksin, atau tidak sempat datang ke Posyandu. Ada pula orang tua yang mengira imunisasi tidak perlu dilanjutkan jika jadwalnya sudah terlambat.
- Padahal, imunisasi yang terlewat umumnya masih bisa dilengkapi.
- Bulan Imunisasi Kejar merupakan upaya untuk membantu bayi dan anak mendapatkan vaksin yang belum diterima sesuai jadwal. Dalam program yang diinformasikan untuk periode 1–31 Oktober 2026, orang tua diimbau memeriksa Buku KIA dan mendatangi Posyandu atau Puskesmas untuk mengecek status imunisasi anak.
- Tujuannya sederhana, yaitu membantu setiap anak mendapatkan perlindungan yang dibutuhkan sejak dini.
Mengapa imunisasi anak penting?
- Bayi dan anak masih membutuhkan perlindungan terhadap berbagai penyakit menular. Beberapa penyakit dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan mengancam jiwa.
- Imunisasi membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap penyakit tertentu sebelum anak terpapar kuman penyebabnya.
- Manfaat imunisasi antara lain:
- Membantu melindungi anak dari penyakit berbahaya.
- Mengurangi risiko komplikasi akibat infeksi tertentu.
- Membantu mencegah penyebaran penyakit di lingkungan keluarga dan masyarakat.
- Memberikan perlindungan sejak bayi hingga usia sekolah melalui vaksinasi sesuai jadwal.
- Imunisasi tidak menjamin seseorang tidak akan pernah sakit. Namun, vaksin dapat mengurangi risiko penyakit tertentu dan membantu menekan kemungkinan terjadinya penyakit berat.
Imunisasi apa saja yang perlu diperiksa?
- Orang tua sebaiknya tidak hanya memeriksa apakah anak pernah diimunisasi, tetapi juga memastikan apakah seluruh dosis yang diperlukan sudah diterima.
| Usia anak | Hal yang perlu diperiksa |
|---|---|
| Bayi baru lahir | Imunisasi hepatitis B dosis lahir dan vaksin lain sesuai jadwal. |
| Bayi usia 0–11 bulan | Kelengkapan BCG, polio, DPT-HB-Hib, PCV, rotavirus, IPV, serta vaksin lain sesuai usia dan jadwal nasional. |
| Balita | Dosis lanjutan atau dosis yang belum lengkap, termasuk imunisasi campak-rubela sesuai ketentuan. |
| Anak usia sekolah | Riwayat imunisasi di sekolah, termasuk vaksin yang menjadi sasaran program nasional sesuai usia dan jenis kelamin. |
| Anak dengan catatan imunisasi tidak jelas | Pemeriksaan riwayat dan penentuan jadwal oleh petugas kesehatan. |
Daftar tersebut merupakan gambaran umum. Tidak semua vaksin diberikan pada semua usia. Petugas kesehatan akan menentukan vaksin yang sesuai berdasarkan usia, catatan imunisasi, dan ketentuan program yang berlaku.
Bagaimana jika imunisasi anak sudah terlambat?
- Jangan panik jika ternyata ada imunisasi yang terlewat.
- Dalam banyak keadaan, imunisasi dapat dilanjutkan dari dosis terakhir yang sudah diterima. Anak tidak otomatis harus mengulang semua vaksin dari awal hanya karena jadwalnya terlambat.
- Misalnya, seorang bayi sudah menerima beberapa dosis vaksin, tetapi belum datang untuk dosis berikutnya. Petugas kesehatan akan memeriksa catatan vaksinasi dan menentukan dosis lanjutan serta jarak pemberiannya.
- Namun, setiap vaksin memiliki aturan tersendiri. Ada vaksin yang mempunyai batas usia tertentu sehingga orang tua sebaiknya tidak menunda pemeriksaan lebih lama.
- Langkah yang perlu dilakukan:
- Siapkan Buku KIA atau catatan imunisasi anak.
- Datangi Posyandu atau Puskesmas terdekat.
- Minta petugas memeriksa imunisasi yang sudah dan belum diterima.
- Ikuti jadwal imunisasi kejar yang diberikan.
- Simpan kembali catatan setiap vaksinasi agar mudah diperiksa pada kunjungan berikutnya.
- Jika Buku KIA hilang, tetap datang ke fasilitas kesehatan. Sampaikan riwayat imunisasi yang diketahui agar petugas dapat membantu menentukan langkah selanjutnya.
Bolehkah anak mendapatkan beberapa vaksin sekaligus?
- Dalam kondisi tertentu, beberapa vaksin boleh diberikan pada kunjungan yang sama. Cara ini dapat membantu anak menyelesaikan imunisasi tanpa harus terlalu sering datang ke fasilitas kesehatan.
- Namun, keputusan mengenai vaksin yang dapat diberikan bersamaan harus mengikuti pedoman dan mempertimbangkan kondisi anak.
- Beri tahu petugas jika anak pernah mengalami reaksi alergi berat setelah vaksinasi, mempunyai gangguan kekebalan tertentu, atau sedang menjalani pengobatan khusus.
Bagaimana jika anak sedang batuk, pilek, atau demam?
- Anak yang sedang mengalami sakit ringan tidak selalu harus menunda imunisasi. Keputusan bergantung pada kondisi klinis, tingkat keparahan penyakit, serta jenis vaksin yang akan diberikan.
- Karena itu, sampaikan kondisi anak kepada petugas kesehatan sebelum vaksinasi. Petugas akan menilai apakah imunisasi dapat diberikan saat itu atau perlu dijadwalkan kembali.
- Jangan memberikan atau menunda vaksin berdasarkan perkiraan sendiri tanpa berkonsultasi, terutama jika anak sedang mengalami sakit berat.
Apakah imunisasi aman?
- Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi melalui proses evaluasi dan pengawasan sesuai ketentuan yang berlaku. Seperti tindakan medis lainnya, vaksin dapat menimbulkan efek samping.
- Reaksi ringan yang dapat terjadi antara lain:
- Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan.
- Demam ringan.
- Anak menjadi lebih rewel atau tampak kurang nyaman untuk sementara.
- Mintalah petunjuk petugas kesehatan mengenai perawatan setelah imunisasi.
- Jika anak mengalami kesulitan bernapas, pembengkakan wajah atau tenggorokan, kejang, atau penurunan kesadaran setelah vaksinasi, segera cari pertolongan medis.
Peran orang tua sangat penting
- Melengkapi imunisasi bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Orang tua juga berperan penting memastikan anak memperoleh vaksin sesuai kebutuhan.
- Tidak perlu menunggu anak sakit untuk memeriksa status imunisasinya. Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan dosis yang terlewat lebih awal.
- Buku KIA sebaiknya disimpan dengan baik dan dibawa setiap kali anak datang ke Posyandu, Puskesmas, dokter, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Pesan penting untuk orang tua
- Bulan Imunisasi Kejar Oktober 2026 menjadi pengingat bagi keluarga untuk memeriksa kembali kelengkapan vaksinasi anak.
- Jika ada imunisasi yang terlewat, jangan merasa terlambat untuk memulai kembali. Bawa Buku KIA ke Posyandu atau Puskesmas agar petugas dapat menentukan vaksin yang masih diperlukan.
- Periksa Buku KIA hari ini. Lengkapi imunisasi yang terlewat. Berikan perlindungan terbaik bagi buah hati sejak dini.
Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Informasi imunisasi rutin dan jadwal pemberian vaksin. Ayo Sehat Kemenkes.
- World Health Organization. Catch-up Vaccination.
- World Health Organization. Immunization.
- Catatan: Jadwal dan pelaksanaan khusus Bulan Imunisasi Kejar 1–31 Oktober 2026 sebaiknya dikonfirmasi melalui pengumuman resmi Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan setempat.











Leave a Reply