INFEKSI BERULANG PADA ANAK
- Mengapa Anak Sering Sakit dan Bagaimana Mencegahnya?
- Sumber: FamilyDoctor.org
Terakhir diperbarui: 31 Mei 2023
Mengapa Anak Mengalami Infeksi Berulang?
- Bayi dilahirkan dengan sistem kekebalan tubuh yang belum matang. Oleh karena itu, bayi cenderung mengalami infeksi lebih sering, biasanya sekitar 4 hingga 8 kali per tahun.
- Sistem kekebalan tubuh bayi mulai berkembang dan menjadi lebih matang segera setelah lahir. Seiring bertambahnya usia, frekuensi infeksi akan berkurang. Ketika anak memasuki usia sekolah, angka kejadian infeksi biasanya mendekati angka pada orang dewasa.
Memahami Jenis dan Penyebab Infeksi
- Infeksi pada anak secara umum terbagi menjadi dua jenis, yaitu infeksi bakteri dan infeksi virus.
- Infeksi bakteri disebabkan oleh bakteri, sedangkan infeksi virus disebabkan oleh virus.
- Infeksi bakteri yang paling sering terjadi pada bayi meliputi:
- Infeksi kulit.
- Infeksi telinga.
- Infeksi tenggorokan.
- Infeksi virus yang paling sering terjadi pada bayi meliputi infeksi saluran pernapasan, seperti:
- Respiratory Syncytial Virus (RSV).
- Rhinovirus (RV).
- Virus influenza.
- Infeksi berat pada bayi baru lahir memang jarang terjadi, tetapi dapat meliputi infeksi darah atau bakteremia, infeksi saluran kemih, serta infeksi otak dan cairan serebrospinal, seperti meningitis bakterial.
Tanda dan Gejala Infeksi pada Bayi
- Beberapa tanda infeksi yang umum ditemukan pada bayi meliputi:
- Demam.
- Menangis terus-menerus.
- Mudah rewel atau tersinggung.
- Tidur lebih lama dari biasanya.
- Lemas atau kurang aktif.
- Menolak minum susu dari botol atau menyusu langsung.
- Gangguan pernapasan.
- Ruam kulit.
- Muntah.
- Diare.
- Sebagian besar anak yang mengalami infeksi berulang tidak memiliki masalah kesehatan serius dan dapat tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat.
- Pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Tidur dan nutrisi yang baik dapat berperan sama pentingnya dengan pengobatan dalam membantu tubuh anak melawan infeksi.
Faktor yang Menyebabkan Infeksi Berulang
- 1. Paparan Kuman di Tempat Penitipan Anak
- Penyebab infeksi berulang terkadang mudah dikenali. Di tempat penitipan anak atau daycare, anak-anak dapat saling menularkan infeksi.
- Anak sering mengeluarkan air liur, mengalami hidung berair, menyentuh satu sama lain, serta menggunakan mainan yang sama. Kondisi ini mempermudah penyebaran kuman.
- Beberapa virus dapat bertahan hidup pada permukaan benda selama beberapa jam.
- Orang dewasa biasanya memiliki kontak yang lebih sedikit dengan kuman dari orang lain sehingga tidak mengalami infeksi sesering anak-anak.
- 2. Paparan Asap Rokok
- Paparan asap rokok atau perokok pasif merupakan salah satu penyebab hidung berair dan mengi pada anak kecil.
- Paparan asap rokok berkaitan dengan peningkatan risiko asma pada anak. Kondisi ini juga menjadi faktor risiko infeksi saluran pernapasan.
- Oleh karena itu, anak perlu dijauhkan dari paparan asap rokok maupun asap cerutu.
- 3. Kelainan Struktur Sinus dan Telinga
- Perubahan struktur sinus atau tuba Eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung, merupakan penyebab umum infeksi berulang pada anak.
- Perubahan struktur ini dapat berkaitan dengan perbedaan bentuk tulang tengkorak, sinus, dan telinga. Sebagian kondisi tersebut dapat diturunkan dalam keluarga.
- Kelainan struktur tertentu dapat menghambat aliran cairan dan proses drainase normal pada telinga atau sinus.
- Ketika drainase terhambat, bakteri dapat berkembang lebih banyak dan menyebabkan infeksi.
- Pada sebagian besar anak, masalah drainase akan membaik seiring pertumbuhan kepala dan perkembangan struktur wajah.
- Anak kecil yang mengalami infeksi telinga berulang mungkin memerlukan antibiotik atau pemasangan tabung khusus pada telinga sesuai indikasi medis.
- 4. Alergi
- Alergi dapat menyebabkan sinusitis berulang, hidung tersumbat, hidung berair, dan mengi.
- Alergi dapat menimbulkan peradangan pada bagian dalam hidung yang berlangsung lama.
- Peradangan menyebabkan saluran drainase hidung dan sinus membengkak serta tersumbat. Kondisi ini dapat mempermudah pertumbuhan bakteri dan memicu infeksi.
- Penanganan perlu mencakup pengendalian penyebab dasarnya, yaitu alergi, sesuai hasil evaluasi dokter.
- 5. Asma
- Batuk dan mengi yang berlangsung lama, terutama ketika anak mengalami infeksi virus ringan, dapat menjadi tanda asma.
- Terkadang, anak yang dianggap mengalami pneumonia sebagai komplikasi flu atau pilek sebenarnya mengalami asma.
- Dalam kondisi tersebut, anak mungkin memerlukan obat asma selain pengobatan untuk infeksi yang sedang dialami.
6. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh
- Pada sebagian anak, infeksi berulang dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas.
- Dalam kasus yang jarang terjadi, anak yang sebelumnya sehat dapat mengalami dua atau tiga infeksi berat tanpa faktor penyebab yang mudah dikenali.
- Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan skrining sederhana untuk menilai kemungkinan gangguan sistem kekebalan tubuh atau imunodefisiensi.
- Gangguan sistem kekebalan merupakan salah satu penyebab utama infeksi berat yang berulang.
Kapan Orang Tua Perlu Khawatir?
- Sebagian besar infeksi berulang pada anak tidak berbahaya. Namun, dokter perlu memberikan perhatian lebih apabila anak mengalami perubahan pola infeksi.
- Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Infeksi virus ringan berkembang menjadi infeksi bakteri yang lebih berat.
- Anak mengalami infeksi darah atau pneumonia.
- Anak mengalami infeksi yang tidak biasa.
- Jumlah infeksi semakin meningkat dari waktu ke waktu.
- Anak mengalami infeksi berat yang berulang.
- Jika terdapat riwayat alergi atau asma dalam keluarga, orang tua dapat meminta dokter mengevaluasi kemungkinan kondisi tersebut pada anak.
Bagaimana Mencegah Infeksi Berulang pada Anak?
- 1. Menjaga Kebersihan Tangan
- Cuci tangan anak dan anggota keluarga secara teratur.
- Cuci tangan setelah menggunakan toilet, sebelum menyiapkan makanan, serta setelah bersin, membuang ingus, atau batuk.
- Gunakan sabun dan air mengalir selama sedikitnya 20 detik.
- 2. Menghindari Paparan Asap Rokok
- Jika orang tua merokok, langkah terbaik adalah berhenti merokok.
- Sebelum benar-benar berhenti, merokok hanya di luar rumah dan di luar mobil.
- Merokok di ruangan lain tidak cukup untuk melindungi anak. Penggunaan penyaring udara juga tidak dapat sepenuhnya melindungi anak dari paparan asap rokok.
- 3. Melengkapi Imunisasi
- Berikan imunisasi sesuai jadwal untuk melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan vaksin.
- American Academy of Family Physicians merekomendasikan imunisasi bagi seluruh anak dan remaja usia 0 hingga 18 tahun, kecuali terdapat kontraindikasi medis.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengobati Infeksi Anak?
- Hindari Penggunaan Ear Candle
- Ear candle atau lilin telinga merupakan metode yang memasukkan lilin khusus ke dalam telinga dengan tujuan mengeluarkan kotoran telinga melalui proses pembakaran.
- Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat tidak merekomendasikan penggunaan ear candle.
- Metode ini dapat menyebabkan cedera serius dan tidak memiliki bukti ilmiah yang mendukung efektivitasnya.
- Dokter dapat memberikan obat tetes telinga tertentu untuk melunakkan kotoran telinga sehingga dapat keluar secara alami.
Pesan Penting bagi Orang Tua
- Infeksi berulang pada anak sering kali merupakan bagian dari proses perkembangan sistem kekebalan tubuh, terutama pada bayi dan anak yang mulai memasuki lingkungan sosial seperti daycare atau sekolah.
- Namun, orang tua perlu mengenali pola infeksi, memperhatikan kemungkinan alergi dan asma, serta mewaspadai infeksi berat atau tidak biasa.
- Tidur cukup, nutrisi seimbang, kebersihan tangan, lingkungan bebas asap rokok, dan imunisasi lengkap merupakan langkah penting untuk mendukung kesehatan serta daya tahan tubuh anak.













Leave a Reply