Benarkah Pijat Kepala, Leher, dan Bahu pada Bayi Dapat Meningkatkan Kecerdasan, Memperbaiki Fokus, dan Mengurangi Hiperaktif? Apa Kata Penelitian Ilmiah?

Benarkah Pijat Kepala, Leher, dan Bahu pada Bayi Dapat Meningkatkan Kecerdasan, Memperbaiki Fokus, dan Mengurangi Hiperaktif? Apa Kata Penelitian Ilmiah?

❓Tanya:
Dok, sekarang sedang viral di media sosial bahwa bayi dipijat secara rutin pada daerah kepala, leher, dan bahu. Katanya pijatan tersebut dapat meningkatkan kecerdasan, membuat anak lebih fokus, serta mencegah atau memperbaiki hiperaktif. Benarkah klaim tersebut? Bagaimana penjelasannya menurut penelitian ilmiah?

✅ Jawaban dr Widodo Judarwanto lediatrician

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa pijatan pada kepala, leher, dan bahu bayi secara rutin dapat meningkatkan kecerdasan (IQ), membuat anak menjadi lebih pintar, atau mencegah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD). Perkembangan kecerdasan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain genetik, gizi, kualitas tidur, stimulasi sejak dini, interaksi dengan orang tua, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Pijatan bukanlah terapi yang terbukti dapat mengubah kemampuan intelektual anak.

Meskipun demikian, pijat bayi memang memiliki beberapa manfaat yang didukung penelitian, terutama bila dilakukan dengan teknik yang lembut dan benar. Sejumlah telaah sistematis menunjukkan bahwa pijat dapat membantu bayi menjadi lebih rileks, mengurangi rewel, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan ikatan emosional antara orang tua dan bayi, serta pada kondisi tertentu membantu pertambahan berat badan, perkembangan motorik, dan kenyamanan bayi. Namun, manfaat tersebut tidak sama dengan meningkatkan kecerdasan atau menaikkan IQ.

Mengenai klaim bahwa pijatan dapat memperbaiki fokus atau hiperaktivitas, bukti ilmiahnya masih terbatas. Beberapa penelitian pada anak yang sudah didiagnosis ADHD memang melaporkan adanya perbaikan gejala setelah terapi pijat. Namun, sebagian besar penelitian tersebut berukuran kecil, memiliki kualitas metodologi yang beragam, dan belum cukup kuat untuk dijadikan dasar bahwa pijat merupakan terapi utama ADHD. Karena itu, pedoman kedokteran modern masih menempatkan terapi perilaku, dukungan pendidikan, dan obat pada kasus tertentu sebagai penatalaksanaan utama ADHD.

Secara biologis, pijatan diduga bekerja dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sehingga bayi menjadi lebih tenang, detak jantung dan hormon stres menurun, serta kualitas tidur membaik. Bayi yang tidur lebih nyenyak dan merasa nyaman mungkin tampak lebih tenang atau lebih mudah berinteraksi. Namun, efek relaksasi ini tidak berarti terjadi peningkatan kecerdasan atau perubahan struktur otak yang membuat anak menjadi lebih pintar. Sampai saat ini belum ada penelitian berkualitas tinggi yang membuktikan klaim tersebut.

Orang tua juga perlu berhati-hati terhadap praktik pijat yang memberikan tekanan kuat pada kepala atau leher bayi. Tulang tengkorak, leher, dan jaringan penyangga bayi masih sangat lunak dan berkembang. Manipulasi atau tekanan yang berlebihan berpotensi menimbulkan cedera. Oleh karena itu, bila ingin melakukan pijat bayi, gunakan teknik pijat bayi yang lembut, hindari penekanan kuat pada kepala dan leher, dan bila diperlukan mintalah panduan dari tenaga kesehatan yang terlatih.

Apabila seorang anak tampak mengalami keterlambatan perkembangan, sulit berkonsentrasi, atau sangat hiperaktif, evaluasi sebaiknya dilakukan oleh dokter anak atau dokter yang berpengalaman di bidang tumbuh kembang. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari gangguan tidur, gangguan pendengaran, masalah penglihatan, gangguan perkembangan, ADHD, hingga kondisi medis lainnya. Mengandalkan pijatan saja dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan penanganan yang sebenarnya diperlukan.

Kesimpulannya, pijat bayi yang dilakukan dengan benar dapat memberikan manfaat untuk relaksasi, kenyamanan, kualitas tidur, dan memperkuat ikatan orang tua–anak. Namun, sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa pijatan pada kepala, leher, dan bahu dapat meningkatkan kecerdasan, menaikkan IQ, atau menjadi terapi yang terbukti efektif untuk memperbaiki fokus maupun mengatasi hiperaktivitas. Klaim-klaim tersebut masih memerlukan penelitian berkualitas tinggi sebelum dapat direkomendasikan sebagai praktik berbasis bukti.

Referensi ilmiah

  1. Zhang Y, et al. Pediatric massage therapy in infants and children under 5 years: An umbrella review of systematic reviews. Heliyon. 2024;10:e35993.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *