KLINIK DR WIDODO pediatrician

BETTER ALLERGY CARE, HEALTHIER CHILDHOOD

TANYA JAWAB KASUS ANAK USIA 4 TAHUN: BB SULIT NAIK, SEMBELIT, MUAL, NYERI PERUT, DAN GEJALA SALURAN NAPAS

TANYA JAWAB KASUS ANAK USIA 4 TAHUN: BB SULIT NAIK, SEMBELIT, MUAL, NYERI PERUT, DAN GEJALA SALURAN NAPAS HIDUNG

TANYA 

Dok, anak saya laki-laki usia 4 tahun, berat badannya hanya 12 kg dan sejak kecil terlihat kurus. Berat badannya sangat sulit naik meskipun sudah diberikan berbagai makanan dan suplemen. Selain itu, ia sering mengalami sembelit, mual, nyeri perut, tidur dengan mulut terbuka, ngorok, sering mimisan, serta berulang kali mengalami batuk dan pilek. Apakah semua keluhan ini mungkin mempunyai hubungan, apakah kondisi tersebut dapat menunjukkan growth faltering atau gangguan pertumbuhan, dan apakah alergi makanan perlu dipertimbangkan sebagai salah satu penyebabnya? Jika dicurigai alergi makanan, apakah pemeriksaan IgE atau panel alergi dapat menentukan makanan yang harus dihindari, dan apakah oral food challenge (OFC) diperlukan untuk memastikan diagnosis serta menentukan langkah penanganan yang tepat?

JAWABAN

Keluhan tersebut sebaiknya dilihat secara menyeluruh, bukan hanya sebagai masalah berat badan atau batuk-pilek. Anak dengan berat badan sulit naik sejak kecil perlu dievaluasi dari sisi kecukupan asupan, pola makan, kurva pertumbuhan, gangguan saluran cerna, gangguan penyerapan, infeksi, serta kemungkinan alergi atau hipersensitivitas makanan. Sembelit, mual, dan nyeri perut dapat menunjukkan adanya masalah gastrointestinal yang perlu dicari penyebabnya. Sementara itu, mulut terbuka, mendengkur, mimisan, batuk, dan pilek memerlukan evaluasi tersendiri karena dapat berkaitan dengan gangguan hidung, adenoid atau tonsil, infeksi berulang, maupun kondisi saluran napas lainnya. Alergi makanan dapat menjadi salah satu kemungkinan, tetapi tidak dapat langsung ditegakkan hanya berdasarkan kumpulan gejala tersebut.

Berat badan 12 kg pada anak laki-laki usia 4 tahun memang perlu mendapat perhatian, tetapi penilaian gangguan pertumbuhan tidak boleh hanya berdasarkan satu angka berat badan. Dokter perlu menilai berat badan menurut usia, tinggi badan menurut usia, IMT menurut usia, serta terutama pola pertumbuhan dari waktu ke waktu. Bila berat badan terus berada pada jalur yang sesuai, maknanya berbeda dengan kondisi ketika berat badan mengalami perlambatan atau menyilang turun pada kurva pertumbuhan. Bila sejak bayi berat badan sulit bertambah dan disertai masalah makan serta keluhan pencernaan, perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk mencari penyebab growth faltering, bukan sekadar memberikan tambahan makanan atau suplemen tanpa mengetahui faktor yang mendasarinya.

Alergi makanan dapat dipertimbangkan karena pada sebagian anak reaksi terhadap makanan dapat menimbulkan keluhan gastrointestinal, seperti mual, muntah, nyeri perut, gangguan BAB termasuk konstipasi pada kondisi tertentu, serta masalah makan. Alergi makanan juga tidak selalu dimediasi IgE. Pada beberapa kondisi non-IgE, pemeriksaan skin prick test atau IgE spesifik dapat saja negatif. Karena gejalanya tidak spesifik, diagnosis harus berdasarkan riwayat yang cermat, pemeriksaan klinis, hubungan gejala dengan makanan, serta evaluasi penyebab lain. Bila terdapat kecurigaan terhadap makanan tertentu, dokter dapat mempertimbangkan eliminasi yang terarah dan kemudian oral food challenge (OFC) untuk membantu memastikan apakah makanan tersebut benar-benar menyebabkan gejala.

Gejala batuk, pilek, hidung tersumbat, tidur dengan mulut terbuka, mendengkur, dan mimisan tidak otomatis berarti alergi makanan. Keluhan tersebut dapat mempunyai berbagai penyebab, misalnya rinitis, pembesaran adenoid atau tonsil, iritasi mukosa hidung, infeksi berulang, atau gangguan jalan napas saat tidur. Mimisan juga dapat disebabkan oleh kekeringan dan iritasi pada hidung. Karena itu, keluhan saluran napas perlu dievaluasi berdasarkan pola, durasi, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan THT. Hubungan antara gejala saluran cerna dan saluran napas memang dapat dipertimbangkan dalam evaluasi alergi, tetapi tidak boleh diasumsikan bahwa seluruh gejala berasal dari satu penyebab sebelum diagnosis ditegakkan.

Pemeriksaan IgE spesifik atau panel alergi makanan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan semua makanan yang harus dihentikan. Hasil positif pada pemeriksaan IgE menunjukkan sensitisasi dan belum tentu membuktikan alergi makanan klinis, sedangkan beberapa alergi makanan non-IgE dapat memberikan hasil IgE negatif. Penghentian banyak jenis makanan berdasarkan panel pemeriksaan yang tidak sesuai indikasi juga berisiko mempersempit variasi makanan dan memperburuk kecukupan nutrisi, terutama pada anak yang sudah mengalami berat badan sulit naik. Karena itu, makanan yang dieliminasi sebaiknya berdasarkan kecurigaan klinis yang jelas dan dilakukan dengan pengawasan dokter serta, bila diperlukan, ahli gizi anak.

Oral food challenge (OFC) merupakan prosedur medis untuk menilai apakah seorang anak benar-benar mengalami reaksi terhadap makanan tertentu. Makanan yang dicurigai diberikan secara bertahap dalam kondisi terkontrol dengan pemantauan tenaga medis yang berpengalaman. OFC dapat membantu mengonfirmasi atau menyingkirkan alergi makanan ketika diagnosis belum jelas. Pada kondisi tertentu, terutama ketika riwayat klinis dan pemeriksaan lain belum cukup memastikan diagnosis, OFC memiliki peran penting dalam menentukan apakah makanan benar-benar perlu dihindari. OFC bukan prosedur yang sebaiknya dilakukan sendiri di rumah, terutama bila terdapat kemungkinan reaksi alergi yang berat.

Jadi, anak laki-laki usia 4 tahun dengan BB 12 kg, kurus sejak kecil, berat badan sulit naik, sembelit, mual, nyeri perut, serta keluhan mulut terbuka, mendengkur, mimisan, batuk, dan pilek sebaiknya mendapatkan evaluasi menyeluruh terhadap pertumbuhan dan penyebabnya. Pemeriksaan perlu mencakup riwayat pertumbuhan sejak lahir, pola makan, jumlah dan variasi makanan, pola BAB, hubungan gejala dengan makanan, pemeriksaan fisik, serta penilaian kurva pertumbuhan. Bila ditemukan kecurigaan alergi makanan, evaluasi harus dilakukan secara terarah dan OFC dapat dipertimbangkan untuk konfirmasi diagnosis sesuai indikasi medis. Pada saat yang sama, keluhan mendengkur dan bernapas melalui mulut perlu dievaluasi untuk kemungkinan masalah THT. Prinsip utamanya adalah jangan hanya mengejar kenaikan berat badan dengan suplemen, tetapi mencari penyebab growth faltering, memastikan nutrisi tetap adekuat, menghindari eliminasi makanan yang tidak diperlukan, dan memastikan diagnosis alergi makanan melalui pendekatan klinis yang tepat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *