Anak Demam, Kapan Perlu Pemeriksaan Laboratorium?
Widodo Judarwanto, Audi Yudhasmara
Demam adalah salah satu alasan paling sering orang tua membawa anak ke dokter. Namun, tidak semua anak yang demam memerlukan pemeriksaan darah. Sebagian besar demam pada anak disebabkan oleh infeksi virus yang ringan dan dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari. Keputusan melakukan pemeriksaan laboratorium tidak ditentukan oleh tinggi rendahnya suhu tubuh, tetapi oleh usia anak, lama demam, gejala yang menyertai, hasil pemeriksaan dokter, serta dugaan penyebab penyakit. Karena itu, pemeriksaan laboratorium sebaiknya dilakukan atas indikasi dokter, bukan atas permintaan sendiri tanpa penilaian medis.
Tabel 1. Kapan Anak Demam Perlu Pemeriksaan Laboratorium?
| Kondisi Anak | Perlu Pemeriksaan Laboratorium? | Alasan |
|---|---|---|
| Demam kurang dari 2 hari, anak masih aktif, mau makan dan minum | Tidak selalu | Sebagian besar disebabkan infeksi virus ringan |
| Demam disertai pilek dan batuk ringan | Biasanya tidak | Umumnya infeksi virus saluran napas |
| Demam setelah imunisasi | Biasanya tidak | Merupakan reaksi normal setelah vaksin |
| Demam disertai diare ringan | Tidak selalu | Dokter akan menilai kebutuhan pemeriksaan |
| Demam lebih dari 3 hari tanpa penyebab yang jelas | Ya, sering diperlukan | Mencari penyebab infeksi |
| Demam tinggi yang berulang | Mungkin perlu | Menentukan penyebab dan komplikasi |
| Demam disertai kejang | Ya | Mencari penyebab dan menilai kondisi anak |
| Demam pada bayi usia kurang dari 3 bulan | Ya | Risiko infeksi berat lebih tinggi |
| Demam disertai mata atau kulit kuning | Ya | Perlu menyingkirkan hepatitis atau penyakit hati |
| Demam disertai sesak napas, lemas berat, atau penurunan kesadaran | Ya, segera | Memerlukan penanganan darurat |
Tabel 2. Gejala yang Menjadi Pertimbangan Dokter
| Gejala | Kemungkinan Pemeriksaan |
|---|---|
| Demam tanpa keluhan lain | Observasi atau darah lengkap bila diperlukan |
| Demam dan batuk berat | Darah lengkap, CRP, atau pemeriksaan lain sesuai dugaan |
| Demam dan diare berat | Elektrolit, darah lengkap, pemeriksaan feses bila diperlukan |
| Demam dan nyeri saat buang air kecil | Urinalisis dan kultur urine |
| Demam disertai ruam | Darah lengkap dan pemeriksaan sesuai penyebab |
| Demam disertai mata kuning | Fungsi hati dan pemeriksaan hepatitis |
| Demam dengan pembengkakan leher | Darah lengkap dan pemeriksaan sesuai dugaan infeksi |
| Demam lebih dari 5 hari | Pemeriksaan lebih lengkap untuk mencari penyebab |
Tabel 3. Haruskah Orang Tua Meminta Pemeriksaan Darah Sendiri?
| Situasi | Dianjurkan? | Penjelasan |
|---|---|---|
| Anak baru demam beberapa jam | Tidak | Kondisi masih dapat dipantau |
| Anak masih aktif dan minum dengan baik | Tidak | Pemeriksaan sering belum diperlukan |
| Orang tua ingin “sekalian cek semua” | Tidak | Banyak pemeriksaan tidak bermanfaat bila tanpa indikasi |
| Dokter menyarankan pemeriksaan | Ya | Pemeriksaan disesuaikan dengan dugaan penyakit |
| Anak memiliki penyakit kronis | Ikuti anjuran dokter | Jenis pemeriksaan bergantung pada penyakit yang mendasari |
Tabel 4. Siapa yang Berwenang Menentukan Pemeriksaan?
| Pemeriksaan | Sebaiknya Ditentukan Oleh |
|---|---|
| Darah lengkap | Dokter |
| Fungsi hati | Dokter |
| Fungsi ginjal | Dokter |
| Pemeriksaan hepatitis | Dokter |
| Kultur darah | Dokter |
| Pemeriksaan urine | Dokter |
| Foto rontgen | Dokter |
| USG | Dokter sesuai indikasi |
Tabel 5. Tanda Bahaya pada Anak Demam yang Memerlukan Pemeriksaan Segera
| Tanda Bahaya | Segera ke Dokter | Segera ke IGD |
|---|---|---|
| Demam pada bayi usia kurang dari 3 bulan | Ya | Ya |
| Sulit dibangunkan | Ya | Ya |
| Kejang | Ya | Ya |
| Sesak napas | Ya | Ya |
| Bibir kebiruan | Ya | Ya |
| Tidak mau minum sama sekali | Ya | Ya |
| Muntah terus-menerus | Ya | Bila tidak dapat minum |
| Mata atau kulit kuning | Ya | Bila disertai lemas berat |
| Demam lebih dari 3 hari tanpa penyebab jelas | Ya | Tidak selalu |
| Timbul bintik merah yang tidak hilang saat ditekan | Ya | Ya |
Tabel 6. Pemeriksaan yang Mungkin Diminta Dokter Berdasarkan Keluhan
| Keluhan Utama | Pemeriksaan yang Mungkin Dilakukan |
|---|---|
| Demam biasa | Observasi, darah lengkap bila diperlukan |
| Demam dan batuk | Darah lengkap, CRP, foto dada bila dicurigai pneumonia |
| Demam dan diare | Darah lengkap, elektrolit, pemeriksaan feses bila diperlukan |
| Demam dan nyeri saat berkemih | Urinalisis, kultur urine |
| Demam dan mata kuning | ALT, AST, bilirubin, IgM anti-HAV, HBsAg sesuai indikasi |
| Demam dan nyeri sendi | Darah lengkap, LED, CRP, pemeriksaan sesuai dugaan penyakit |
| Demam berkepanjangan | Pemeriksaan laboratorium lebih lengkap sesuai hasil pemeriksaan dokter |
Pesan untuk Orang Tua
Demam adalah gejala, bukan penyakit. Tidak semua demam memerlukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan laboratorium lainnya. Pemeriksaan yang tepat adalah pemeriksaan yang dipilih berdasarkan hasil wawancara dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Meminta pemeriksaan sendiri tanpa indikasi sering kali tidak memberikan manfaat, bahkan dapat menambah biaya, membuat hasil sulit ditafsirkan, dan menyebabkan anak menjalani pengambilan darah yang sebenarnya tidak diperlukan. Bila anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, mengalami kejang, sesak napas, atau demam disertai mata kuning, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.











Leave a Reply