10 Penyakit Bedah Anak yang Paling Sering Terjadi, Orang Tua Wajib Mengenalinya

10 Penyakit Bedah Anak yang Paling Sering Terjadi, Orang Tua Wajib Mengenalinya

Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto

Tidak semua penyakit pada anak dapat diobati dengan obat. Beberapa kondisi memerlukan tindakan operasi agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih berat. Kabar baiknya, sebagian besar penyakit bedah pada anak dapat ditangani dengan hasil yang sangat baik bila dikenali sejak dini. Orang tua perlu mengenali tanda bahaya agar anak segera mendapat pertolongan yang tepat. Berikut adalah 10 penyakit bedah anak yang paling sering ditemukan.

10 Penyakit Bedah Anak yang Paling Sering Terjadi, Orang Tua Wajib Mengenalinya

No Penyakit Gejala yang Perlu Diwaspadai Penanganan
1 Hernia inguinalis atau umbilikalis Benjolan di lipat paha atau pusar, membesar saat menangis Operasi bila diperlukan
2 Apendisitis akut Nyeri perut kanan bawah, demam, mual, muntah Operasi usus buntu
3 Invaginasi usus Nyeri perut hilang timbul, muntah, bayi menangis hebat, tinja berdarah Enema atau operasi
4 Malrotasi usus dengan volvulus Muntah hijau, perut membuncit, bayi tampak sakit berat Operasi darurat
5 Atresia esofagus Bayi sulit menelan, sering tersedak, air liur berlebihan Operasi segera
6 Hipospadia atau testis tidak turun Kelainan bentuk penis atau testis belum berada di kantong zakar Operasi sesuai usia
7 Trauma abdomen Nyeri perut setelah benturan atau kecelakaan Observasi atau operasi
8 Tumor ginjal atau neuroblastoma Benjolan di perut, perut membesar Operasi dan terapi lanjutan
9 Abses perianal Benjolan merah dan nyeri di sekitar anus Drainase atau operasi kecil
10 Perforasi usus Perut sangat nyeri, demam tinggi, anak tampak lemas Operasi darurat

Mengapa orang tua perlu mengenali penyakit ini?

  • Beberapa penyakit berkembang sangat cepat. Invaginasi usus dan usus terpuntir misalnya, dapat menyebabkan aliran darah ke usus terhenti dalam waktu singkat. Jika terlambat ditangani, usus dapat mengalami kematian jaringan sehingga memerlukan operasi yang lebih besar.
  • Sebaliknya, ada juga penyakit yang tidak bersifat gawat darurat tetapi tetap memerlukan operasi agar tidak menimbulkan gangguan di kemudian hari, seperti hernia, hipospadia, atau testis yang tidak turun.

Tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan

Segera bawa anak ke rumah sakit bila mengalami:

• Nyeri perut hebat yang semakin berat.
• Muntah berwarna hijau.
• Perut membesar dan keras.
• Benjolan di lipat paha yang nyeri dan tidak bisa masuk kembali.
• Buang air besar berdarah.
• Demam disertai nyeri perut hebat.
• Anak sangat lemas atau sulit dibangunkan.
• Perut terbentur keras setelah kecelakaan.

Apakah semua penyakit bedah harus dioperasi?

  • Tidak selalu. Pada beberapa kondisi, tindakan tanpa operasi dapat menjadi pilihan. Contohnya, invaginasi usus sering dapat diatasi dengan enema udara atau cairan bila datang lebih awal. Namun bila sudah terjadi perforasi atau kondisi anak memburuk, operasi menjadi pilihan terbaik.

Apa yang dilakukan dokter bedah anak?

  • Dokter bedah anak menangani bayi, anak, dan remaja yang memerlukan tindakan operasi. Selain melakukan operasi, dokter juga memastikan anak siap menjalani tindakan, memantau proses pemulihan, dan bekerja sama dengan dokter anak, dokter anestesi, radiolog, serta ahli gizi agar hasil pengobatan optimal.

Pesan penting bagi orang tua

Sebagian besar penyakit bedah anak memiliki hasil pengobatan yang sangat baik bila dikenali sejak dini. Jangan menunggu hingga gejala semakin berat. Bila anak mengalami nyeri perut hebat, muntah hijau, benjolan yang nyeri, atau tanda bahaya lainnya, segera periksakan ke fasilitas kesehatan agar diagnosis dan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *