Pada Umumnya Anak Sulit Makan dan Berat Badan Kurang Tidak Perlu Cek Laboratorium
Kapan Pemeriksaan Darah Benar-benar Diperlukan?
Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto
Orang tua sering merasa cemas ketika anak sulit makan dan berat badannya susah naik. Tidak sedikit yang langsung meminta cek darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, vitamin, mineral, bahkan tes alergi. Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar anak dengan kondisi seperti ini tidak perlu menjalani pemeriksaan laboratorium pada kunjungan pertama.
Pedoman terbaru American Academy of Pediatrics (AAP) dan North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (NASPGHAN) tahun 2026 menegaskan bahwa langkah pertama bukanlah mengambil darah, melainkan memahami pola makan anak, memeriksa kondisi fisiknya, dan melihat kurva pertumbuhannya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan laboratorium rutin hanya menemukan penyebab penyakit pada sekitar 0,8 hingga 14 persen kasus. Artinya, pada sebagian besar anak, hasil laboratorium tetap normal dan tidak mengubah pengobatan.
Mengapa Tidak Semua Anak Perlu Cek Darah?
- Banyak orang tua mengira anak yang sulit makan pasti kekurangan vitamin atau mengalami anemia. Anggapan ini tidak selalu benar. Pada usia batita, nafsu makan memang sering naik turun sebagai bagian dari perkembangan normal. Ada juga anak yang pilih-pilih makanan atau makan dalam porsi kecil, tetapi tetap tumbuh sesuai pola pertumbuhannya.
- Pemeriksaan darah yang dilakukan tanpa alasan yang jelas justru dapat menambah biaya, membuat orang tua semakin cemas, dan memicu pemeriksaan lanjutan yang sebenarnya tidak diperlukan. Karena itu, dokter lebih mengutamakan mencari penyebab melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemantauan pertumbuhan.
Yang Pertama Kali Dinilai Dokter
Sebelum memutuskan perlu atau tidaknya pemeriksaan darah, dokter biasanya akan mengevaluasi beberapa hal berikut.
|
Yang Dinilai |
Tujuannya |
|---|---|
|
Pola makan |
Frekuensi makan, porsi, tekstur, makanan yang disukai dan ditolak |
|
Kurva pertumbuhan |
Berat badan, tinggi badan, BMI, dan z-score |
|
Pemeriksaan fisik |
Pucat, ruam, pembesaran hati, pembengkakan |
|
Perkembangan |
Kemampuan motorik, bicara, dan interaksi |
|
Riwayat keluarga |
Tinggi badan orang tua dan penyakit keturunan |
|
Riwayat penyakit |
Diare lama, muntah berulang, infeksi berulang |
Informasi tersebut sering kali jauh lebih membantu dibandingkan hasil laboratorium.
Berat Badan Kapan Dianggap Mengkhawatirkan?
Dokter sekarang lebih sering menggunakan istilah faltering weight daripada failure to thrive. Yang dinilai bukan hanya berat badan saat ini, tetapi pola pertumbuhannya selama beberapa bulan.
Perlu perhatian lebih bila terjadi salah satu kondisi berikut.
- Berat badan berada jauh di bawah kurva pertumbuhan.
- Berat badan turun melewati dua garis persentil.
- Kenaikan berat badan sangat lambat.
- Berat badan terus menurun meskipun asupan sudah diperbaiki.
Kapan Anak Perlu Pemeriksaan Laboratorium?
Pemeriksaan laboratorium dilakukan bila ada petunjuk yang mengarah pada penyakit tertentu.
|
Kondisi Anak |
Pemeriksaan |
|---|---|
|
Tampak pucat |
Darah lengkap |
|
Curiga kekurangan zat besi |
Ferritin dan CRP |
|
Diare kronis |
Pemeriksaan feses dan tes celiac |
|
Muntah terus-menerus |
Elektrolit |
|
Sering haus dan sering buang air kecil |
Gula darah |
|
Berat badan terus turun |
Pemeriksaan bertahap sesuai gejala |
|
Demam lama |
Evaluasi infeksi |
|
Hati atau limpa membesar |
Fungsi hati |
Pendekatan ini lebih tepat dibandingkan melakukan paket laboratorium lengkap sejak awal.
Memahami Hasil Pemeriksaan Darah
Darah Lengkap
Darah lengkap merupakan pemeriksaan yang paling sering dilakukan. Namun hasilnya harus dihubungkan dengan kondisi anak.
|
Hasil |
Arti Sederhana |
|---|---|
|
Hemoglobin normal |
Tidak mengarah ke anemia |
|
Hemoglobin rendah |
Mungkin anemia |
|
MCV rendah |
Lebih mengarah ke kekurangan zat besi |
|
MCV tinggi |
Perlu mempertimbangkan kekurangan vitamin B12 atau folat |
|
Leukosit tinggi |
Bisa terjadi infeksi atau peradangan |
|
Trombosit tinggi |
Sering merupakan reaksi terhadap peradangan |
Hemoglobin
- Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen.
- Hemoglobin rendah memang dapat berkaitan dengan nafsu makan yang menurun. Namun kenyataannya, banyak anak yang sulit makan tetap memiliki hemoglobin normal. Anemia biasanya disertai gejala lain seperti pucat, cepat lelah, dan hasil pemeriksaan yang konsisten dengan kekurangan zat besi.
MCV
MCV menunjukkan ukuran sel darah merah.
- MCV rendah lebih sering ditemukan pada kekurangan zat besi.
- MCV normal perlu dinilai bersama hasil lain.
- MCV tinggi dapat mengarah pada kekurangan vitamin B12 atau folat.
Ferritin
Ferritin adalah pemeriksaan terbaik untuk melihat cadangan zat besi tubuh.
|
Hasil Ferritin |
Artinya |
|---|---|
|
Rendah |
Cadangan zat besi kurang |
|
Normal |
Cadangan zat besi kemungkinan cukup |
|
Normal tetapi CRP tinggi |
Bisa dipengaruhi peradangan |
Karena ferritin dapat meningkat saat tubuh mengalami peradangan, dokter biasanya melihat hasil CRP secara bersamaan.
Pemeriksaan Lain Tidak Selalu Diperlukan
Beberapa pemeriksaan sering diminta orang tua, padahal tidak dianjurkan sebagai pemeriksaan rutin.
|
Pemeriksaan |
Perlu Rutin? |
|---|---|
|
Vitamin D |
Tidak |
|
Seng |
Tidak |
|
Vitamin B12 |
Tidak |
|
Albumin |
Tidak |
|
Panel alergi |
Tidak |
|
IgG makanan |
Tidak |
|
Endoskopi |
Tidak |
Pemeriksaan tersebut hanya dilakukan bila ada gejala atau dugaan penyakit tertentu.
Kapan Tiroid Perlu Diperiksa?
Pemeriksaan hormon tiroid dilakukan bila anak mengalami beberapa tanda berikut.
- Tinggi badan ikut melambat.
- Konstipasi berat.
- Mudah lelah.
- Kulit sangat kering.
- Gondok.
Kapan Perlu Memeriksa Penyakit Celiac?
Penyakit celiac dipertimbangkan bila anak mengalami.
- Diare kronis.
- Perut membuncit.
- Anemia yang tidak membaik.
- Riwayat keluarga celiac.
- Berat badan yang terus sulit naik.
Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan
Segera bawa anak ke dokter bila muncul kondisi berikut.
- Berat badan terus turun.
- Diare berkepanjangan.
- Muntah berulang.
- Darah pada tinja.
- Demam lama.
- Sesak napas.
- Pembengkakan tubuh.
- Perkembangan terlambat.
- Perut membesar karena hati atau limpa membesar.
- Pada kondisi seperti ini, pemeriksaan laboratorium biasanya memang diperlukan.
Langkah Praktis untuk Orang Tua
Bila anak sulit makan tetapi tetap aktif dan pertumbuhannya masih mengikuti kurva, fokus utama sebaiknya bukan meminta pemeriksaan darah, melainkan memperbaiki kebiasaan makan.
- Berikan jadwal makan yang teratur.
- Hindari memaksa anak makan.
- Kurangi camilan menjelang waktu makan.
- Sajikan makanan dengan variasi tekstur dan warna.
- Pantau berat badan secara berkala.
- Bila setelah beberapa bulan berat badan tetap tidak bertambah atau muncul tanda bahaya, dokter akan menentukan pemeriksaan laboratorium yang paling sesuai.
Pesan Penting untuk Orang Tua
Tidak semua anak yang sulit makan membutuhkan cek darah. Pada sebagian besar kasus, riwayat makan, pemeriksaan fisik, dan pemantauan kurva pertumbuhan sudah cukup untuk menentukan langkah penanganan. Pemeriksaan laboratorium sebaiknya dilakukan secara terarah sesuai gejala, sehingga anak terhindar dari pemeriksaan yang tidak perlu dan penanganan dapat lebih cepat difokuskan pada penyebab sebenarnya.
Daftar Pustaka
- Kersten HB, American Academy of Pediatrics, North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition. Clinical Practice Guideline for Diagnosis and Management of Faltering Weight. Pediatrics. 2026.
- North American Society for Pediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition. Joint Clinical Practice Guideline for Diagnosis and Management of Faltering Weight. NASPGHAN. 2026.
- American Academy of Pediatrics. AAP Releases New Guidance on Faltering Weight in Children. HealthyChildren.org. 2026.
- Smith AE, Johnson K. Failure to Thrive. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. 2023.
- University of California San Francisco Benioff Children’s Hospitals. Consensus Guidelines for Inadequate Growth (Previously Failure to Thrive). UCSF Benioff Children’s Hospitals. 2023.













Leave a Reply