Hari Hepatitis Sedunia 2026. Lindungi Anak dari Hepatitis Sebelum Terlambat
Hepatitis Bisa Menyerang Anak yang Tampak Sehat
Widodo Judarwanto, Sandiaz Yudhasmara
Setiap tanggal 28 Juli, dunia memperingati Hari Hepatitis Sedunia atau World Hepatitis Day. Tahun 2026, WHO mengusung tema “Hepatitis: Let’s Break It Down”. Pesannya sederhana, hilangkan semua hambatan agar setiap orang dapat memperoleh imunisasi, pemeriksaan, dan pengobatan hepatitis.
Banyak orang mengira hepatitis hanya menyerang orang dewasa. Kenyataannya, infeksi hepatitis dapat terjadi sejak bayi baru lahir. Bahkan, sebagian besar anak yang terinfeksi hepatitis B tampak sehat, aktif bermain, dan tidak memiliki keluhan. Karena hampir tidak menimbulkan gejala, penyakit ini sering baru diketahui bertahun-tahun kemudian ketika hati sudah mengalami kerusakan.
Kabar baiknya, sebagian besar kasus hepatitis pada anak sebenarnya dapat dicegah. Imunisasi hepatitis B sejak lahir, pemeriksaan ibu hamil, serta deteksi dini terbukti mampu menurunkan risiko penyakit hati kronis di kemudian hari.
Mengapa Hepatitis pada Anak Perlu Diwaspadai?
Hati merupakan organ penting yang berfungsi menyaring racun, menyimpan energi, membantu pencernaan, dan membentuk berbagai protein yang dibutuhkan tubuh. Bila hati mengalami peradangan dalam waktu lama, fungsinya akan menurun sedikit demi sedikit.
Masalahnya, anak sering tidak mengeluh sakit. Karena itu, banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak telah terinfeksi.
Tabel 1. Mengapa Hepatitis Penting pada Anak?
| Fakta | Penjelasan |
|---|---|
| Anak sering tampak sehat | Sebagian besar tidak bergejala |
| Infeksi dapat berlangsung bertahun-tahun | Kerusakan hati terjadi perlahan |
| Risiko tertinggi pada bayi | Bayi paling mudah menjadi hepatitis kronis |
| Dapat menyebabkan sirosis | Hati mengalami jaringan parut permanen |
| Dapat menyebabkan kanker hati | Risiko meningkat saat dewasa |
| Sebagian besar dapat dicegah | Melalui imunisasi dan skrining ibu hamil |
Data dan Fakta Hepatitis Dunia
Hepatitis masih menjadi masalah kesehatan besar di seluruh dunia. WHO memperkirakan jutaan orang hidup dengan hepatitis kronis dan banyak di antaranya belum mengetahui dirinya terinfeksi.
Tabel 2. Fakta Global Hepatitis
| Data | Perkiraan |
|---|---|
| Orang hidup dengan hepatitis B kronis | ±254 juta |
| Orang hidup dengan hepatitis C kronis | ±50 juta |
| Kematian akibat hepatitis setiap tahun | ±1,3 juta |
| Infeksi hepatitis B baru setiap tahun | ±1,2 juta |
| Infeksi hepatitis C baru setiap tahun | ±1 juta |
| Target eliminasi hepatitis | Tahun 2030 |
Mengapa Bayi Lebih Berisiko?
Semakin muda usia saat terinfeksi hepatitis B, semakin besar kemungkinan virus menetap seumur hidup.
Bila orang dewasa terinfeksi hepatitis B, sebagian besar dapat sembuh sendiri. Sebaliknya, bila infeksi terjadi saat bayi lahir, sistem kekebalan tubuh belum matang sehingga virus lebih mudah menetap menjadi infeksi kronis.
Tabel 3. Risiko Hepatitis B Menjadi Kronis
| Usia Saat Terinfeksi | Risiko Menjadi Kronis |
|---|---|
| Bayi baru lahir | 80 sampai 90 persen |
| Anak di bawah 5 tahun | 20 sampai 50 persen |
| Anak besar dan remaja | 5 sampai 10 persen |
| Dewasa | Kurang dari 5 persen |
Bagaimana Anak Bisa Tertular?
Pada anak, penularan paling sering terjadi dari ibu yang terinfeksi hepatitis B kepada bayinya saat persalinan. Penularan juga dapat terjadi melalui darah yang terkontaminasi atau makanan yang tidak bersih, tergantung jenis virusnya.
Tabel 4. Cara Penularan Hepatitis
| Cara Penularan | Jenis Hepatitis |
|---|---|
| Ibu ke bayi saat lahir | Hepatitis B |
| Darah atau jarum yang tidak steril | Hepatitis B dan C |
| Tindik atau tato dengan alat tidak steril | Hepatitis B dan C |
| Makanan dan minuman tercemar | Hepatitis A dan E |
| Kebersihan tangan yang buruk | Hepatitis A dan E |
Apa Gejalanya?
Sebagian besar anak tidak menunjukkan gejala. Bila muncul, keluhannya sering menyerupai flu atau gangguan pencernaan sehingga mudah diabaikan.
Tabel 5. Gejala Hepatitis pada Anak
| Gejala Awal | Gejala Lanjut |
|---|---|
| Mudah lelah | Mata kuning |
| Nafsu makan menurun | Kulit kuning |
| Mual dan muntah | Perut membesar |
| Demam ringan | Urine berwarna gelap |
| Nyeri perut kanan atas | Tinja pucat |
| Badan terasa lemas | Kaki bengkak pada penyakit lanjut |
Anak Siapa yang Perlu Diperiksa?
Tidak semua anak memerlukan pemeriksaan hepatitis. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi.
Tabel 6. Anak yang Perlu Skrining Hepatitis
| Kelompok | Alasan |
|---|---|
| Bayi dari ibu dengan hepatitis B | Risiko penularan sangat tinggi |
| Anak yang belum mendapat imunisasi lengkap | Lebih mudah tertular |
| Anak yang sering mendapat transfusi darah | Pajanan darah berulang |
| Anak yang menjalani hemodialisis | Risiko infeksi meningkat |
| Anak dengan penyakit hati | Perlu mencari penyebab |
| Remaja dengan perilaku berisiko | Risiko hepatitis B dan C lebih tinggi |
Hepatitis Bisa Dicegah
Cara terbaik melindungi anak adalah mencegah infeksi sebelum terjadi.
Imunisasi hepatitis B yang diberikan dalam waktu 24 jam setelah lahir mampu menurunkan risiko penularan dari ibu ke bayi secara bermakna. Bila ibu diketahui menderita hepatitis B, bayi juga memerlukan suntikan imunoglobulin hepatitis B atau HBIG sesuai indikasi.
Tabel 7. Cara Mencegah Hepatitis
| Langkah Pencegahan | Manfaat |
|---|---|
| Imunisasi hepatitis B dalam 24 jam pertama | Mencegah penularan sejak lahir |
| Melengkapi imunisasi | Perlindungan jangka panjang |
| Skrining hepatitis B pada ibu hamil | Menentukan penanganan bayi setelah lahir |
| Pemberian HBIG pada bayi berisiko | Menambah perlindungan |
| Cuci tangan | Mencegah hepatitis A dan E |
| Mengonsumsi makanan dan air bersih | Mengurangi penularan |
| Tidak berbagi jarum | Mencegah hepatitis B dan C |
Apakah Hepatitis Bisa Diobati?
Ya. Pengobatan bergantung pada jenis hepatitis yang dialami anak.
Hepatitis A umumnya sembuh dengan istirahat, nutrisi yang baik, dan cukup cairan. Hepatitis B kronis memerlukan pemantauan rutin dan sebagian anak membutuhkan obat antivirus. Hepatitis C kini dapat disembuhkan pada sebagian besar pasien dengan obat antivirus modern sesuai usia dan indikasi.
Tabel 8. Penanganan Hepatitis
| Jenis Hepatitis | Penanganan |
|---|---|
| Hepatitis A | Istirahat, cairan, nutrisi |
| Hepatitis B akut | Perawatan suportif |
| Hepatitis B kronis | Pemantauan dan antivirus bila diperlukan |
| Hepatitis C | Obat antivirus sesuai usia |
| Hepatitis D | Penanganan di pusat rujukan |
Kapan Orang Tua Harus Membawa Anak ke Dokter?
Segera konsultasikan apabila anak mengalami:
- Kulit atau mata menguning.
- Urine berwarna seperti teh.
- Demam disertai muntah dan nyeri perut kanan atas.
- Perut membesar.
- Mudah lelah tanpa sebab yang jelas.
- Bayi lahir dari ibu dengan hepatitis B.
- Hasil pemeriksaan menunjukkan fungsi hati tidak normal.
Pesan untuk Orang Tua
-
Hepatitis pada anak sering tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menyebabkan kerusakan hati bertahun-tahun kemudian. Karena itu, jangan menunggu sampai anak tampak sakit.
-
Pastikan bayi memperoleh imunisasi hepatitis B segera setelah lahir, ibu hamil menjalani skrining hepatitis B, dan anak segera diperiksa bila memiliki faktor risiko atau muncul gejala yang mengarah ke penyakit hati.
-
Dengan imunisasi, deteksi dini, dan pengobatan yang tepat, sebagian besar kasus hepatitis berat pada anak sebenarnya dapat dicegah.








Leave a Reply