Benarkah Anak yang Sulit Makan Harus Minum Susu Tinggi Kalori agar Berat Badannya Cepat Naik?
❓Tanya:
Dok, anak saya berusia 4 tahun. Ia sangat sulit makan, sering memilih-milih makanan, dan berat badannya sudah beberapa bulan sulit naik. Banyak yang menyarankan agar saya memberikan susu tinggi kalori supaya berat badannya cepat bertambah. Apakah semua anak yang sulit makan harus minum susu tinggi kalori? Apakah susu tersebut memang terbukti bermanfaat?
✅ Jawab:
Tidak semua anak yang sulit makan harus minum susu tinggi kalori. Langkah pertama adalah mencari tahu mengapa anak sulit makan dan berat badannya sulit naik. Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti kebiasaan makan yang kurang baik, sering ngemil atau minum susu sebelum makan, infeksi berulang, alergi makanan, gangguan pencernaan, atau penyakit tertentu. Bila penyebabnya tidak diatasi, berat badan anak mungkin tetap sulit naik meskipun sudah minum susu tinggi kalori.
Susu tinggi kalori memang dapat membantu anak tertentu, terutama yang mengalami kekurangan gizi, gagal tumbuh, atau tidak mampu memenuhi kebutuhan energi dari makanan sehari-hari. Penelitian menunjukkan bahwa pada anak-anak tersebut, susu tinggi kalori yang diberikan bersama perbaikan pola makan dapat membantu meningkatkan berat badan dan status gizi. Namun, manfaat ini tidak berarti semua anak yang sulit makan harus mengonsumsinya.
Yang paling penting adalah memperbaiki pola makan anak. Berikan tiga kali makan utama dan dua hingga tiga kali camilan sehat setiap hari. Utamakan makanan yang kaya protein seperti telur, ikan, ayam, daging, tempe, dan tahu. Protein sangat penting untuk pertumbuhan. Hindari memberikan susu terlalu banyak sebelum waktu makan karena dapat membuat anak cepat kenyang sehingga semakin sedikit makan.
Susu tetap dapat menjadi bagian dari pola makan anak, tetapi susu bukan pengganti makanan utama. Bila anak lebih banyak minum susu daripada makan, kebutuhan energi mungkin tercukupi, tetapi anak bisa kekurangan zat gizi lain yang diperoleh dari makanan, seperti serat, serta belajar mengunyah berbagai jenis makanan.
Apabila anak usia 4 tahun sudah lama sulit makan dan berat badannya tidak naik atau bahkan turun, sebaiknya diperiksakan ke dokter anak. Dokter akan menilai pertumbuhan anak menggunakan kurva pertumbuhan, mengevaluasi pola makan, serta mencari kemungkinan adanya penyakit yang menghambat pertumbuhan. Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Jadi, susu tinggi kalori bukan keharusan bagi semua anak yang sulit makan. Susu tersebut dapat bermanfaat pada anak dengan kondisi tertentu, tetapi penggunaannya sebaiknya berdasarkan penilaian dokter atau ahli gizi. Yang paling penting adalah memastikan anak mendapatkan pola makan bergizi seimbang, cukup protein dan energi, serta mengatasi penyebab yang membuat berat badannya sulit naik.
Tabel. Perbedaan Susu Tinggi Kalori, Susu Formula Biasa, dan Susu UHT
| Aspek | Susu Tinggi Kalori (ONS) | Susu Formula Biasa | Susu UHT |
|---|---|---|---|
| Tujuan | Membantu memenuhi kebutuhan energi pada anak dengan risiko malnutrisi atau gagal tumbuh | Memenuhi kebutuhan gizi sesuai usia | Minuman susu untuk konsumsi sehari-hari |
| Energi | ±1–1,5 kkal/mL | ±0,65–0,75 kkal/mL | ±0,6–0,7 kkal/mL |
| Protein | Lebih tinggi dan diperkaya | Sesuai standar formula | Protein alami susu |
| Vitamin & mineral | Diperkaya lebih lengkap | Diperkaya sesuai regulasi | Umumnya sesuai kandungan alami, sebagian diperkaya |
| Indikasi | Anak dengan asupan kurang, malnutrisi, atau gagal tumbuh (atas penilaian tenaga kesehatan) | Anak sesuai kelompok usia yang membutuhkan formula | Anak yang sudah dapat mengonsumsi susu sapi sesuai usia dan toleransi |
| Apakah membuat berat badan naik? | Dapat membantu bila memang terjadi kekurangan energi | Membantu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi tidak otomatis meningkatkan berat badan | Tidak dirancang khusus untuk menaikkan berat badan |
| Harus diberikan pada semua anak sulit makan? | Tidak | Tidak selalu | Tidak |
Referensi
- World Health Organization (WHO). Guideline: Updates on the Management of Severe Acute Malnutrition in Infants and Children. Geneva: WHO.
- ESPGHAN Committee on Nutrition. Oral nutritional supplements and nutritional support in children. Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition.
- American Academy of Pediatrics. Pediatric Nutrition, 8th Edition.
- Huynh DT, et al. Oral nutritional supplementation with dietary counseling improves catch-up growth in children at risk of undernutrition. Clinical Nutrition.











Leave a Reply