Dampak Konsumsi Makanan Ultra-Proses: Apa Kata Penelitian?
Apa Itu Makanan Ultra-Proses?
Makanan ultra-proses atau ultraprocessed foods (UPF) adalah makanan yang dibuat melalui proses industri yang panjang dan mengandung banyak bahan tambahan, seperti pengawet, pemanis, pewarna, perisa, pengemulsi, dan penambah rasa. Makanan ini biasanya tidak lagi menyerupai bahan aslinya karena telah mengalami banyak tahap pengolahan.
Contoh makanan ultra-proses antara lain minuman bersoda, minuman kemasan manis, mi instan, sosis, nugget, burger, pizza beku, keripik, biskuit, wafer, permen, sereal bergula, dan berbagai makanan siap saji. Makanan tersebut umumnya tinggi gula, garam, dan lemak, tetapi rendah serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Contoh Makanan Ultra-Proses
| Kelompok | Contoh |
|---|---|
| Minuman | Minuman bersoda, minuman energi, teh dan kopi kemasan, minuman berpemanis |
| Camilan | Keripik, biskuit, wafer, cokelat, permen |
| Makanan siap saji | Mi instan, nugget, sosis, burger, pizza beku |
| Produk kemasan | Roti kemasan, sereal bergula, es krim, yogurt tinggi gula |
Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
Berbagai penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa semakin tinggi konsumsi makanan ultra-proses, semakin besar pula risiko terjadinya berbagai gangguan kesehatan. Makanan ini umumnya tinggi kalori, gula, garam, dan lemak jenuh, tetapi rendah serat serta zat gizi penting, sehingga dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas. Konsumsi yang berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung dan pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi serta kolesterol yang tidak terkontrol, dan beberapa jenis kanker. Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses dengan meningkatnya risiko depresi dan gangguan suasana hati. Pada anak, pola makan yang didominasi makanan ultra-proses berkaitan dengan meningkatnya risiko obesitas, durasi penggunaan gawai yang lebih lama, aktivitas fisik yang lebih rendah, serta kualitas pola makan yang kurang baik, yang pada akhirnya dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan jangka panjang.
| Dampak | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Berat badan naik | Makanan ultra-proses tinggi kalori sehingga mudah menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. |
| Diabetes | Kandungan gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. |
| Penyakit jantung | Garam dan lemak yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol. |
| Kanker | Beberapa penelitian menemukan hubungan antara konsumsi UPF yang tinggi dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker. |
| Kesehatan mental | Konsumsi UPF dikaitkan dengan meningkatnya risiko depresi dan gangguan suasana hati. |
| Anak | Anak lebih berisiko mengalami obesitas, lebih banyak bermain gawai, dan kurang aktif bergerak. |
Apa Kata Penelitian Terbaru?
- Penelitian besar yang dimuat dalam BMJ tahun 2024 meninjau ratusan penelitian sebelumnya dan melibatkan jutaan peserta. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses berhubungan dengan lebih dari 30 masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, penyakit jantung, depresi, dan kematian dini.
- Penelitian lain yang diterbitkan di European Journal of Pediatrics tahun 2026 mengikuti anak usia 4 hingga 5 tahun selama dua tahun. Anak yang paling banyak mengonsumsi makanan ultra-proses lebih jarang memenuhi anjuran aktivitas fisik harian dan menghabiskan waktu lebih lama di depan televisi, telepon pintar, atau tablet dibandingkan anak yang lebih sedikit mengonsumsi makanan tersebut.
Mengapa Makanan Ultra-Proses Bisa Berdampak Buruk?
- Makanan ultra-proses biasanya tinggi kalori tetapi rendah zat gizi penting. Akibatnya, tubuh mudah menerima kalori berlebih tanpa memperoleh cukup serat, vitamin, dan mineral. Kondisi ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, gangguan kadar gula darah, dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
- Selain itu, makanan ultra-proses juga dapat memengaruhi bakteri baik di dalam usus. Padahal, bakteri usus berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, metabolisme, dan kesehatan otak. Semakin banyak makanan segar yang dikonsumsi, semakin baik pula keseimbangan bakteri usus.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
- Batasi konsumsi makanan dan minuman kemasan yang tinggi gula, garam, dan lemak.
- Perbanyak makan buah, sayur, ikan, telur, kacang-kacangan, dan makanan yang dimasak dari bahan segar.
- Biasakan membawa bekal sehat daripada membeli makanan cepat saji.
- Kurangi minuman manis dan ganti dengan air putih.
- Dorong anak bermain aktif setiap hari dan batasi waktu menggunakan gawai sesuai usianya.
Kesimpulan
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses yang terlalu sering dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan kesehatan mental. Pada anak, makanan ultra-proses juga dikaitkan dengan berkurangnya aktivitas fisik dan meningkatnya waktu bermain gawai. Mengurangi makanan ultra-proses dan memilih makanan segar setiap hari merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang.
Daftar Pustaka
- Lane MM, Gamage E, Du S, Ashtree DN, McGuinness AJ, Gauci S, et al. Ultra-processed food exposure and adverse health outcomes: umbrella review of epidemiological meta-analyses. BMJ. 2024;384:e077310.
- Ribeiro SAV, Faria FR, Rocha NP, et al. Can ultraprocessed food intake affect activity levels in preschoolers? Eur J Pediatr. 2026;185(8). doi:10.1007/s00431-026-07287-6.
- Monteiro CA, Cannon G, Levy RB, Moubarac JC, Louzada MLC, Rauber F, et al. Ultra-processed foods: what they are and how to identify them. Public Health Nutr. 2019;22(5):936-941.












Leave a Reply