KLINIK DR WIDODO pediatrician

BETTER ALLERGY CARE, HEALTHIER CHILDHOOD

Obat Diare pada Bayi dan Anak: Mana yang Aman dan Direkomendasikan Dokter?

  • Obat Diare pada Bayi dan Anak: Mana yang Aman dan Direkomendasikan Dokter?
  • Dr Widodo Judarwanto pediatrician

Diare merupakan masalah kesehatan yang sering dialami bayi dan anak. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, anak dapat mengalami dehidrasi yang berbahaya. Penanganan diare tidak selalu memerlukan antibiotik atau obat penghenti buang air besar. American Academy of Pediatrics (AAP), World Health Organization (WHO), dan Canadian Paediatric Society (CPS) menekankan pentingnya pemberian oralit, melanjutkan ASI dan makanan sesuai usia, serta memantau tanda dehidrasi. Zinc juga direkomendasikan WHO sebagai terapi tambahan dengan mengikuti pedoman terbaru. Orang tua perlu mengetahui obat yang tepat, obat yang perlu dihindari, dan kondisi yang mengharuskan anak segera dibawa ke dokter.

Saat bayi atau anak mengalami diare, banyak orang tua ingin segera memberikan obat agar buang air besar berhenti. Padahal, hal terpenting dalam penanganan diare adalah mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Sebagian besar diare akut pada anak disebabkan oleh virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik. Pemberian obat yang tidak tepat justru dapat menimbulkan efek samping. Dengan memahami cara memberikan oralit, manfaat zinc, pentingnya ASI dan makanan, serta tanda bahaya dehidrasi, orang tua dapat membantu anak pulih dengan lebih aman.

Apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami diare?

  1. Langkah pertama adalah memastikan anak tetap mendapatkan cairan yang cukup.
  2. Berikan oralit untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang.
  3. Lanjutkan pemberian ASI sesering mungkin.
  4. Tetap berikan makanan sesuai usia jika anak mampu makan.
  5. Berikan cairan sedikit demi sedikit jika anak merasa mual atau muntah.
  6. Pantau frekuensi buang air kecil, aktivitas, dan kemampuan anak untuk minum.
  7. Jangan menunggu sampai anak tampak sangat lemas. Bayi dapat mengalami dehidrasi lebih cepat daripada anak yang lebih besar.

Oralit, obat paling penting untuk diare

  • Oralit merupakan larutan yang mengandung air, gula, dan elektrolit dengan komposisi yang membantu tubuh menyerap cairan.
  • Oralit tidak langsung menghentikan diare. Fungsinya mengganti cairan yang hilang sehingga anak terhindar dari dehidrasi.
  • Cara memberikan oralit:
    • Larutkan satu sachet oralit sesuai jumlah air yang tercantum pada kemasan.
    • Berikan sedikit demi sedikit menggunakan sendok atau cangkir.
    • Jika anak muntah, tunggu sekitar 5 sampai 10 menit, lalu lanjutkan dengan lebih perlahan.
    • Simpan dan gunakan larutan sesuai petunjuk pada kemasan.
    • Jangan mencampurkan oralit dengan susu, jus, atau minuman bersoda. Jangan membuat larutan lebih pekat atau lebih encer daripada petunjuk kemasan.
    • Jika anak mengalami dehidrasi, kebutuhan oralit bergantung pada berat badan dan tingkat dehidrasi. Dokter dapat menentukan jumlah yang tepat.

Apakah anak yang diare perlu minum zinc?

  • WHO merekomendasikan zinc sebagai terapi tambahan untuk diare pada anak.
  • Zinc membantu mendukung pemulihan selama diare. Namun, zinc tidak menggantikan oralit.
  • WHO memperbarui rekomendasinya pada 2024 dengan pilihan dosis 5 mg sehari selama 14 hari. Rekomendasi ini bersifat bersyarat. Pedoman lama menggunakan dosis berbeda berdasarkan usia, sehingga orang tua perlu mengikuti panduan tenaga kesehatan yang berlaku di tempatnya.
  • Jangan memberikan zinc dengan dosis berdasarkan perkiraan sendiri. Periksa jenis sediaan dan konsentrasinya karena produk yang tersedia dapat berbeda.

Apakah diare memerlukan antibiotik?

  • Tidak semua diare membutuhkan antibiotik.
  • Sebagian besar diare akut pada anak disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak dapat membunuh virus dan tidak diperlukan untuk sebagian besar kasus tersebut.
  • Dokter dapat mempertimbangkan antibiotik pada kondisi tertentu, misalnya diare berdarah akibat infeksi bakteri tertentu atau infeksi lain yang memang membutuhkan antibiotik.
  • Jangan memberikan antibiotik sisa pengobatan sebelumnya. Obat tersebut mungkin tidak sesuai dengan penyebab diare dan dapat menimbulkan efek samping serta meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Obat apa yang sebaiknya tidak diberikan sembarangan?

Jenis obat Hal yang perlu diketahui orang tua
Loperamide Tidak dianjurkan untuk penggunaan mandiri pada anak. Obat ini dapat menimbulkan efek samping serius.
Antibiotik Hanya diberikan jika ada indikasi medis.
Obat antidiare kombinasi Kandungan dan keamanannya berbeda. Perlu penilaian dokter.
Probiotik Manfaatnya bergantung pada jenis dan strain. Tidak semua produk terbukti bermanfaat.
Obat antimuntah Hanya digunakan pada kondisi tertentu berdasarkan penilaian dokter.
  • Jangan memilih obat hanya karena dapat mengurangi frekuensi buang air besar. Berkurangnya frekuensi diare tidak selalu berarti penyebabnya sudah teratasi atau anak sudah bebas dari risiko dehidrasi.

Bolehkah anak tetap minum susu dan makan?

  • Ya. Pada umumnya, anak perlu tetap mendapatkan ASI dan makanan sesuai usia.
  • Untuk bayi yang masih menyusu, lanjutkan ASI sesering mungkin. Untuk anak yang sudah makan, berikan makanan yang biasa dikonsumsi sesuai kemampuan dan toleransinya.
  • Pilih makanan yang mudah diterima anak. Hindari memaksa anak makan dalam jumlah besar jika sedang mual. Namun, jangan sengaja menghentikan semua makanan dalam waktu lama.
  • Minuman bersoda, jus yang sangat manis, dan minuman olahraga bukan pengganti oralit karena komposisi gula dan elektrolitnya tidak sesuai untuk mengatasi dehidrasi akibat diare.

Kapan anak harus segera dibawa ke dokter?

  • Orang tua perlu segera mencari pertolongan medis jika anak mengalami salah satu kondisi berikut:
    • Anak sangat lemas atau sulit dibangunkan.
    • Anak tidak mampu minum atau selalu muntah ketika minum.
    • Buang air kecil jauh lebih sedikit daripada biasanya.
    • Mulut sangat kering, mata cekung, atau tidak keluar air mata saat menangis.
    • Terdapat darah pada tinja.
    • Muntah berwarna hijau.
    • Nyeri perut berat atau perut membuncit.
    • Kondisi anak memburuk dengan cepat.
    • Bayi berusia di bawah 6 bulan memerlukan perhatian lebih karena lebih rentan mengalami dehidrasi. Jika bayi mengalami diare, terutama disertai muntah, demam, atau penurunan asupan ASI, segera konsultasikan kepada dokter.

Apa perbedaan rekomendasi AAP, WHO, dan CPS?

Ketiga organisasi menekankan pentingnya rehidrasi dan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.

Organisasi Pesan utama
American Academy of Pediatrics (AAP) Utamakan cairan, oralit, ASI, dan nutrisi. Hindari obat antidiare tanpa arahan dokter.
World Health Organization (WHO) Gunakan oralit, lanjutkan pemberian makanan, dan berikan zinc sesuai pedoman. Antibiotik tidak digunakan secara rutin untuk diare cair akut.
Canadian Paediatric Society (CPS) Utamakan rehidrasi oral. Dokter dapat mempertimbangkan obat antimuntah tertentu jika muntah menghambat pemberian oralit.
  • Pedoman dapat berbeda dalam rincian dosis dan penggunaan terapi tambahan. Karena itu, tenaga kesehatan perlu mengikuti rekomendasi terbaru dan mempertimbangkan kondisi masing-masing anak.
  • Pesan penting untuk orang tua
    • Diare pada bayi dan anak tidak selalu membutuhkan antibiotik atau obat penghenti diare. Prioritaskan oralit, lanjutkan ASI, dan berikan makanan sesuai usia. Gunakan zinc sesuai pedoman tenaga kesehatan. Jangan memberikan obat antidiare secara sembarangan. Jika anak tidak mampu minum, sangat lemas, jarang buang air kecil, atau mengalami diare berdarah, segera cari pertolongan medis.

Referensi untuk dibaca

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *