Pertanyaan:
Anak saya mengalami demam sejak tadi malam dengan suhu tubuh sekitar 38,8°C. Setelah diberikan obat penurun panas, suhu sempat turun tetapi kemudian naik kembali. Anak masih mau minum, tetapi tampak lebih rewel dari biasanya. Saya bingung apakah kondisi ini masih dapat dirawat di rumah atau sudah harus segera dibawa ke dokter. Apa saja tanda demam yang masih normal, bagaimana cara merawat anak dengan benar di rumah, dan kapan demam menjadi tanda kondisi yang berbahaya sehingga memerlukan pemeriksaan medis segera?
Jawaban:
Demam adalah peningkatan suhu tubuh hingga mencapai 38,0°C atau lebih, yang diukur dengan termometer. Demam bukan merupakan penyakit, melainkan respons alami sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi, baik yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun penyebab lain seperti reaksi imun atau peradangan. Pada anak, penyebab tersering demam adalah infeksi virus saluran napas, saluran cerna, atau infeksi virus lainnya yang umumnya dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari. Tinggi rendahnya suhu tubuh tidak selalu mencerminkan berat ringannya penyakit. Anak dengan suhu 40°C dapat mengalami infeksi virus ringan, sedangkan anak dengan suhu 38°C dapat mengalami infeksi bakteri yang serius. Oleh karena itu, kondisi umum anak lebih penting dinilai daripada angka suhu semata.
Sebagian besar anak yang mengalami demam masih dapat dirawat di rumah apabila tetap aktif, masih mau minum, buang air kecil normal, tidak mengalami sesak napas, dan tidak tampak lemas. Penanganan di rumah meliputi memberikan cairan lebih banyak untuk mencegah dehidrasi, memberikan makanan sesuai kemampuan anak, mengenakan pakaian tipis yang nyaman, menjaga suhu ruangan tetap sejuk, serta memberikan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis berdasarkan berat badan bila anak tampak tidak nyaman. Kompres hangat pada dahi, leher, atau ketiak dapat membantu memberikan rasa nyaman, sedangkan kompres air dingin atau alkohol tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan menggigil.
Orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan suhu tubuh, tetapi juga memperhatikan perilaku dan tanda bahaya. Anak yang tetap bermain, tersenyum, berinteraksi, dan masih mau minum umumnya memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit serius dibandingkan anak yang tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mau minum, atau terus menangis tanpa henti. Demam yang berlangsung selama dua hingga tiga hari akibat infeksi virus masih cukup sering dijumpai. Namun bila demam menetap lebih dari tiga hari, semakin tinggi, atau disertai gejala yang semakin berat, anak perlu diperiksa oleh dokter untuk mencari penyebabnya.
Demam juga dapat menjadi petunjuk adanya penyakit tertentu yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Demam yang disertai batuk berat, sesak napas, muntah terus menerus, diare berat, nyeri telinga hebat, nyeri saat buang air kecil, ruam yang tidak menghilang saat ditekan, atau kejang memerlukan evaluasi medis. Pada bayi berusia kurang dari tiga bulan, demam mencapai 38°C atau lebih merupakan keadaan yang harus segera diperiksa karena risiko infeksi bakteri serius lebih tinggi dibandingkan anak yang lebih besar. Anak dengan penyakit kronis, gangguan daya tahan tubuh, atau sedang menjalani kemoterapi juga memerlukan penanganan lebih cepat bila mengalami demam.
Pada sebagian anak, terutama yang memiliki penyakit alergi, infeksi virus dapat memicu gejala lain seperti batuk berkepanjangan, mengi, pilek, atau memperberat asma. Namun alergi sendiri hampir tidak pernah menyebabkan demam. Bila anak mengalami demam bersamaan dengan gejala alergi, dokter akan mempertimbangkan kemungkinan adanya infeksi yang terjadi bersamaan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk membedakan apakah penyebab utama adalah infeksi virus, infeksi bakteri, atau penyakit lain yang memerlukan terapi khusus. Antibiotik hanya diberikan bila terdapat dugaan kuat atau bukti infeksi bakteri, karena sebagian besar demam pada anak disebabkan oleh virus sehingga tidak memerlukan antibiotik.
Segera bawa anak ke dokter atau ke instalasi gawat darurat apabila usia kurang dari tiga bulan dengan suhu 38°C atau lebih, mengalami kejang, sesak napas, bibir membiru, sulit dibangunkan, tampak sangat lemas, tidak mau minum sama sekali, muntah terus menerus, tanda dehidrasi seperti buang air kecil sangat sedikit atau mata cekung, muncul ruam keunguan yang tidak memucat saat ditekan, atau demam berlangsung lebih dari tiga hari tanpa perbaikan. Penilaian dokter akan mempertimbangkan usia anak, kondisi umum, riwayat penyakit, hasil pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan penyebab demam serta terapi yang paling tepat. Pendekatan ini membantu menghindari penggunaan antibiotik yang tidak perlu sekaligus memastikan penyakit serius dapat dikenali dan ditangani sedini mungkin.











Leave a Reply