Hirschsprung pada Bayi. Kenali Gejalanya Sejak Dini agar Tidak Terlambat Ditangani
Apa Itu Penyakit Hirschsprung?
- Penyakit Hirschsprung adalah kelainan bawaan sejak lahir yang menyebabkan sebagian usus besar tidak memiliki sel saraf yang berfungsi menggerakkan usus. Akibatnya, feses tidak dapat didorong keluar dengan normal sehingga terjadi penyumbatan pada usus.
- Kondisi ini bukan disebabkan oleh makanan, kesalahan perawatan bayi, atau infeksi. Kelainan sudah terjadi saat bayi masih berkembang di dalam kandungan.
- Penyakit ini termasuk jarang, yaitu sekitar 1 dari 5.000 kelahiran hidup, dan lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dibandingkan perempuan.
Mengapa Penyakit Ini Terjadi?
- Selama kehamilan, sel saraf usus seharusnya terbentuk dari atas hingga ke bagian paling bawah usus. Pada penyakit Hirschsprung, proses tersebut berhenti sebelum selesai sehingga bagian akhir usus tidak memiliki sel saraf.
- Tanpa sel saraf tersebut, usus selalu berada dalam keadaan tegang dan tidak mampu mendorong feses keluar. Akibatnya, feses menumpuk, usus membesar, dan bayi mengalami sembelit berat atau sumbatan usus.
Apa Gejalanya pada Bayi Baru Lahir?
Sebagian besar bayi dengan Hirschsprung menunjukkan gejala sejak beberapa hari pertama kehidupan.
Orang tua perlu waspada bila bayi mengalami:
- • Mekonium atau BAB pertama tidak keluar dalam 48 jam setelah lahir.
- • Perut tampak membuncit dan semakin membesar.
- • Muntah berwarna hijau.
- • Sulit menyusu.
- • Bayi tampak rewel karena perut kembung.
- • BAB hanya keluar setelah dilakukan rangsangan pada anus atau pemasangan selang.
Bila kondisi ini tidak segera ditangani, bayi dapat mengalami infeksi usus berat yang disebut Hirschsprung-associated enterocolitis (HAEC). Kondisi ini dapat mengancam jiwa.
Gejala pada Bayi Usia Beberapa Bulan
Pada sebagian bayi, terutama bila bagian usus yang terkena tidak terlalu panjang, gejala baru muncul setelah pulang dari rumah sakit.
Keluhan yang sering ditemukan antara lain:
- • Sembelit sejak lahir.
- • BAB sangat jarang.
- • Harus menggunakan pencahar atau enema agar bisa BAB.
- • Perut selalu tampak buncit.
- • Berat badan sulit naik.
- • Nafsu makan menurun.
- • Sering muntah.
- • Rewel terutama sebelum BAB.
Sebagian bayi mengalami diare yang berbau sangat menyengat disertai demam. Keadaan ini bukan berarti sembelitnya sudah sembuh, tetapi justru dapat menjadi tanda enterokolitis yang memerlukan penanganan segera.
Gejala pada Anak yang Lebih Besar
Ada juga anak yang baru terdiagnosis setelah berusia beberapa tahun.
Gejalanya meliputi:
- • Sembelit berat sejak bayi.
- • Perut selalu membesar.
- • Sulit BAB walaupun sudah minum obat pencahar.
- • Berat badan sulit bertambah.
- • Nafsu makan buruk.
- • Nyeri perut berulang.
- • Pertumbuhan lebih lambat dibanding teman seusianya.
- Kapan Orang Tua Harus Segera ke Rumah Sakit?
Segera bawa bayi ke rumah sakit apabila ditemukan salah satu kondisi berikut.
- • Mekonium belum keluar lebih dari 48 jam setelah lahir.
- • Muntah hijau.
- • Perut semakin membesar dan tegang.
- • Demam disertai diare berbau menyengat.
- • Bayi tampak lemas atau tidak mau minum.
- • BAB tidak keluar selama beberapa hari disertai muntah dan perut kembung.
- Kondisi tersebut merupakan keadaan gawat darurat yang memerlukan pemeriksaan segera.
Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?
Dokter akan menanyakan riwayat sejak lahir, melakukan pemeriksaan fisik, kemudian menentukan pemeriksaan penunjang bila diperlukan.
Pemeriksaan dapat meliputi:
- • Foto polos perut untuk melihat adanya penumpukan gas di usus.
- • Enema kontras untuk melihat bentuk usus.
- • Manometri anorektal untuk menilai fungsi otot anus pada anak yang lebih besar.
- • Biopsi rektum, yaitu pengambilan sedikit jaringan usus untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan ini merupakan cara paling akurat untuk memastikan diagnosis Hirschsprung.
Bagaimana Pengobatannya?
- Penyakit Hirschsprung tidak dapat sembuh hanya dengan obat atau perubahan pola makan.
- Pengobatan utama adalah operasi.
- Sebelum operasi dilakukan, dokter akan menstabilkan kondisi bayi terlebih dahulu. Bila terjadi sumbatan usus, bayi mungkin memerlukan pengeluaran isi usus menggunakan irigasi rektal serta pemberian cairan dan antibiotik bila terdapat infeksi.
- Operasi bertujuan membuang bagian usus yang tidak memiliki sel saraf, kemudian menyambungkan usus yang sehat ke anus. Tindakan ini dikenal sebagai operasi pull-through.
Bagaimana Kondisi Anak Setelah Operasi?
Sebagian besar anak dapat tumbuh dengan baik setelah operasi, terutama bila diagnosis ditegakkan sejak dini.
Pada masa awal setelah operasi, beberapa anak masih dapat mengalami:
- • BAB lebih sering.
- • Iritasi di sekitar anus.
- • Sembelit ringan.
- • Sulit menahan BAB sementara waktu.
Keluhan tersebut umumnya membaik seiring pertumbuhan anak.
Sebagian kecil anak masih memerlukan kontrol jangka panjang karena dapat mengalami sembelit berulang atau enterokolitis.
Apakah Penyakit Hirschsprung Bisa Dicegah?
- Karena merupakan kelainan bawaan, penyakit Hirschsprung belum dapat dicegah.
- Yang paling penting adalah mengenali gejalanya sedini mungkin sehingga diagnosis tidak terlambat. Penanganan yang cepat dapat mencegah komplikasi berat, memperbaiki pertumbuhan anak, dan memberikan kualitas hidup yang baik.
Pesan untuk Orang Tua
Jangan menganggap sembelit sejak lahir sebagai hal yang normal. Bayi yang tidak mengeluarkan mekonium dalam 48 jam pertama, sering muntah hijau, atau selalu mengalami perut buncit perlu segera diperiksa oleh dokter. Diagnosis dini dan operasi yang tepat memberikan peluang sangat baik bagi anak untuk tumbuh sehat, aktif, dan berkembang seperti anak lainnya.













Leave a Reply