Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus, Komplikasi Radang Tenggorokan yang Dapat Menyerang Ginjal Anak

Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus, Komplikasi Radang Tenggorokan yang Dapat Menyerang Ginjal Anak

Apa Itu Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus?

  • Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus (GNAPS) adalah peradangan pada bagian penyaring ginjal yang terjadi setelah anak mengalami infeksi bakteri Streptococcus pyogenes. Bakteri ini paling sering menyebabkan radang tenggorokan atau infeksi kulit seperti impetigo.
  • Banyak orang tua mengira infeksi sudah sembuh ketika demam atau sakit tenggorokan menghilang. Padahal, sekitar 1 sampai 3 minggu setelah radang tenggorokan, atau 3 sampai 6 minggu setelah infeksi kulit, sebagian kecil anak dapat mengalami reaksi sistem kekebalan tubuh yang justru menyerang ginjal. Kondisi inilah yang disebut glomerulonefritis akut pasca streptokokus.

Mengapa Ginjal Bisa Meradang?

Penyakit ini bukan disebabkan bakteri yang masuk ke ginjal. Setelah infeksi streptokokus sembuh, sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi untuk melawan bakteri. Pada beberapa anak, antibodi tersebut membentuk kompleks imun yang menempel pada penyaring ginjal atau glomerulus. Akibatnya terjadi peradangan sehingga fungsi penyaringan ginjal terganggu.

Ginjal menjadi kurang mampu membuang kelebihan cairan dan zat sisa. Darah serta sedikit protein juga dapat bocor ke dalam urin.

Siapa yang Berisiko Mengalami GNAPS?

GNAPS paling sering terjadi pada anak usia 5 sampai 12 tahun. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki, meskipun anak perempuan juga dapat mengalaminya. Risiko meningkat setelah infeksi tenggorokan atau infeksi kulit akibat bakteri streptokokus, terutama bila anak tinggal di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi atau sanitasi yang kurang baik.

Apa Saja Gejalanya?

Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba beberapa minggu setelah infeksi.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Urin berwarna merah, cokelat, atau seperti air cucian daging.
  • Kelopak mata bengkak saat bangun tidur.
  • Bengkak pada kaki atau wajah.
  • Jumlah urin berkurang.
  • Tekanan darah meningkat.
  • Anak tampak lemas.
  • Sakit kepala.
  • Mual atau muntah.
  • Sesak napas pada kondisi yang berat.

Tidak semua anak mengalami seluruh gejala tersebut. Ada yang hanya mengalami perubahan warna urin atau bengkak ringan.

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

Dokter akan menanyakan riwayat radang tenggorokan atau infeksi kulit beberapa minggu sebelumnya, kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan Tujuan
Urinalisis Mengetahui adanya darah dan protein dalam urin.
Kreatinin dan ureum Menilai fungsi ginjal.
Kadar C3 Biasanya menurun pada fase akut.
ASO atau Anti-DNase B Menunjukkan adanya infeksi streptokokus sebelumnya.
Tekanan darah Menilai adanya hipertensi akibat gangguan ginjal.

Pada sebagian besar kasus, biopsi ginjal tidak diperlukan karena diagnosis dapat ditegakkan melalui gejala dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Bagaimana Pengobatannya?

Sebagian besar anak dapat sembuh dengan perawatan yang tepat. Pengobatan bertujuan membantu ginjal pulih dan mencegah komplikasi.

Dokter dapat menganjurkan:

  • Mengurangi konsumsi garam.
  • Membatasi cairan bila terjadi pembengkakan berat.
  • Memberikan obat diuretik untuk mengurangi kelebihan cairan.
  • Memberikan obat penurun tekanan darah bila diperlukan.
  • Memberikan antibiotik bila infeksi streptokokus masih ada.
  • Melakukan dialisis hanya pada kasus yang sangat berat.

Selama masa pemulihan, anak perlu menjalani kontrol rutin agar fungsi ginjal, tekanan darah, dan hasil pemeriksaan urin dapat dipantau.

Apakah Penyakit Ini Berbahaya?

Sebagian besar anak memiliki prognosis yang sangat baik. Dengan pengobatan yang sesuai, fungsi ginjal biasanya kembali normal dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Walaupun demikian, beberapa gejala dapat bertahan lebih lama. Darah dalam urin yang hanya terlihat melalui pemeriksaan mikroskop dapat menetap selama beberapa bulan sebelum akhirnya menghilang.

Komplikasi berat seperti gagal ginjal akut, edema paru, atau hipertensi berat memang dapat terjadi, tetapi jauh lebih jarang dan umumnya dapat ditangani bila anak segera mendapat pertolongan medis.

Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Dokter?

Segera periksakan anak apabila setelah mengalami radang tenggorokan atau infeksi kulit muncul salah satu tanda berikut:

  • Urin berubah menjadi merah atau cokelat.
  • Wajah atau kelopak mata bengkak.
  • Jumlah urin berkurang.
  • Anak tampak sangat lemas.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Sesak napas.
  • Kejang atau penurunan kesadaran.

Dapatkah GNAPS Dicegah?

Risiko GNAPS dapat dikurangi dengan mengenali dan mengobati infeksi streptokokus sejak dini. Anak yang mengalami radang tenggorokan disertai demam tinggi atau infeksi kulit bernanah sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan agar mendapat pengobatan yang tepat. Menjaga kebersihan tangan, menghindari berbagi alat makan, serta menjaga kebersihan lingkungan juga membantu mengurangi penyebaran infeksi streptokokus.

Kesimpulan

Glomerulonefritis akut pasca streptokokus adalah komplikasi yang dapat muncul beberapa minggu setelah infeksi tenggorokan atau infeksi kulit akibat bakteri streptokokus. Penyakit ini terjadi karena respons sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan peradangan pada penyaring ginjal. Tanda yang paling sering muncul adalah urin berwarna merah atau cokelat, bengkak pada kelopak mata, berkurangnya jumlah urin, dan tekanan darah meningkat. Sebagian besar anak dapat sembuh sepenuhnya dengan diagnosis dini, pemantauan yang baik, dan pengobatan yang sesuai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *