UPDATE REVIEW JURNAL 2026
TERAPI TERKINI NEFROPATI IgA PADA ANAK
Harapan Baru dari Pengobatan Berbasis Mekanisme Penyakit
Abstrak
Nefropati IgA (IgAN) merupakan glomerulonefritis kronis tersering pada anak dan dewasa di seluruh dunia serta menjadi salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis. Sampai saat ini, pilihan terapi pada anak masih terbatas dan sebagian besar rekomendasi berasal dari penelitian pada populasi dewasa. Review internasional terbaru tahun 2026 merangkum perkembangan terapi farmakologis modern yang menargetkan mekanisme dasar penyakit IgAN. Berbagai obat baru seperti Nefecon, sparsentan, penghambat SGLT2, inhibitor komplemen, dan terapi yang menargetkan proliferasi sel B menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam menurunkan proteinuria dan mempertahankan fungsi ginjal. Namun, bukti pada populasi anak masih terbatas sehingga diperlukan uji klinis pediatrik yang lebih luas.
Pendahuluan
Nefropati IgA merupakan penyakit autoimun ginjal yang ditandai oleh pengendapan imunoglobulin A pada glomerulus sehingga menimbulkan peradangan kronis, hematuria, proteinuria, dan penurunan fungsi ginjal secara bertahap. Penyakit ini merupakan penyebab tersering glomerulonefritis primer di seluruh dunia dan dapat berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir pada sebagian pasien.
Anak dengan nefropati IgA memiliki aktivitas penyakit yang lebih tinggi dan harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan pasien dewasa. Oleh karena itu, terapi yang mampu memperlambat progresivitas penyakit sejak dini menjadi sangat penting. Review tahun 2026 menyoroti berbagai terapi baru yang secara langsung menargetkan mekanisme patogenesis penyakit dibandingkan hanya mengendalikan tekanan darah atau proteinuria.
Patofisiologi Singkat
- Nefropati IgA berkembang melalui proses kompleks yang dikenal sebagai “four-hit hypothesis”.
- Tahap pertama adalah terbentuknya IgA1 dengan glikosilasi abnormal.
- Tahap kedua terjadi pembentukan autoantibodi terhadap IgA abnormal tersebut.
- Tahap ketiga membentuk kompleks imun yang beredar dalam darah.
- Tahap keempat terjadi pengendapan kompleks imun pada glomerulus yang memicu aktivasi komplemen, inflamasi, fibrosis, dan kerusakan ginjal progresif.
Terapi Standar Saat Ini
Terapi awal tetap meliputi:
• Kontrol tekanan darah.
• Penghambat sistem renin-angiotensin seperti ACE inhibitor atau ARB.
• Penurunan proteinuria.
• Pengaturan gaya hidup.
• Pemantauan fungsi ginjal secara berkala.
Pada sebagian pasien dengan penyakit berat, kortikosteroid sistemik masih digunakan, meskipun risiko efek samping jangka panjang cukup besar terutama pada anak.
Inovasi Terapi Farmakologis
Tabel. Terapi Baru Nefropati IgA
| Terapi | Mekanisme | Temuan utama |
|---|---|---|
| Nefecon | Budesonide pelepasan tertarget di ileum | Menurunkan proteinuria dan memperlambat penurunan fungsi ginjal |
| Sparsentan | Antagonis reseptor endotelin dan angiotensin II | Penurunan proteinuria lebih besar dibanding terapi konvensional |
| Inhibitor SGLT2 | Proteksi ginjal melalui perbaikan hemodinamik dan metabolik | Memperlambat progresivitas penyakit ginjal kronis |
| Inhibitor komplemen | Menghambat aktivasi jalur komplemen | Menekan inflamasi glomerulus |
| Terapi sel B | Menghambat aktivasi dan diferensiasi limfosit B | Mengurangi pembentukan autoantibodi IgA |
Nefecon
- Nefecon merupakan formulasi budesonide pelepasan tertarget yang bekerja di Peyer’s patches usus halus, tempat produksi IgA abnormal berasal. Pendekatan ini bertujuan mengurangi pembentukan IgA patologis tanpa memberikan efek sistemik sebesar kortikosteroid konvensional.
Sparsentan
- Sparsentan merupakan obat baru yang menggabungkan antagonis reseptor endotelin tipe A dan angiotensin II. Kombinasi mekanisme ini memberikan efek antiproteinuria yang lebih kuat dibandingkan penghambat renin-angiotensin biasa.
Inhibitor SGLT2
- Walaupun awalnya dikembangkan untuk diabetes, penghambat SGLT2 terbukti memberikan perlindungan ginjal melalui penurunan tekanan intraglomerulus, pengurangan inflamasi, dan perlambatan penurunan laju filtrasi glomerulus. Bukti pada anak masih sangat terbatas.
Inhibitor Komplemen
- Aktivasi sistem komplemen berperan penting dalam kerusakan glomerulus pada nefropati IgA. Berbagai inhibitor komplemen sedang dikembangkan untuk mengurangi inflamasi tanpa menekan seluruh sistem imun.
Terapi Sel B
- Karena limfosit B memproduksi IgA abnormal, berbagai terapi yang menghambat proliferasi maupun diferensiasi sel B menjadi salah satu target terapi masa depan.
Implikasi Klinis
- Review ini menunjukkan bahwa pengobatan nefropati IgA sedang bergeser menuju terapi berbasis mekanisme penyakit. Target terapi tidak lagi hanya mengurangi proteinuria, tetapi juga menghambat proses imunologis yang mendasari penyakit.
- Sebagian besar bukti berasal dari penelitian dewasa. Penggunaan pada anak masih memerlukan uji klinis khusus untuk memastikan efektivitas, dosis optimal, serta keamanan jangka panjang.
Kesenjangan Penelitian
Beberapa tantangan yang masih dihadapi meliputi:
• Sangat sedikit uji klinis khusus anak.
• Data keamanan jangka panjang belum tersedia.
• Dosis optimal pada anak belum ditetapkan.
• Efektivitas kombinasi berbagai terapi baru masih perlu diteliti.
• Dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak belum diketahui secara pasti.
Kesimpulan
Review internasional tahun 2026 menunjukkan perkembangan pesat terapi nefropati IgA dengan munculnya berbagai obat yang menargetkan mekanisme dasar penyakit, termasuk Nefecon, sparsentan, inhibitor SGLT2, inhibitor komplemen, dan terapi sel B. Hasil penelitian dewasa sangat menjanjikan dalam menurunkan proteinuria dan mempertahankan fungsi ginjal. Namun, bukti pada populasi anak masih terbatas sehingga penelitian pediatrik harus menjadi prioritas untuk memastikan terapi yang aman dan efektif.
Referensi
- Zieg J. The latest pharmacotherapeutic options for the treatment of IgA nephropathy in the pediatric population. Expert Opinion on Pharmacotherapy. 2026;27(1):39-52.
- KDIGO Clinical Practice Guideline for the Management of Glomerular Diseases. Kidney International. 2021.
- Barratt J, Rovin BH, Cattran D. IgA Nephropathy: Current Understanding and Future Directions. Nature Reviews Nephrology.
- Floege J, Amann K. Primary IgA Nephropathy. New England Journal of Medicine. 2016.









Leave a Reply