KONSULTASI DOKTER ANAK: “Dok, Menyusui Banyak Masalah. Apakah Masih Bisa Berhasil Memberikan ASI Eksklusif?”

 

“Dok, Menyusui Banyak Masalah. Apakah Masih Bisa Berhasil Memberikan ASI Eksklusif?”

Pertanyaan

“Dok, saya baru melahirkan tiga minggu yang lalu dan sangat ingin memberikan ASI eksklusif. Namun, hampir setiap hari ada saja masalah. Kadang bayi sulit melekat pada payudara sehingga menyusu menjadi lama. Saya juga khawatir ASI saya sedikit karena payudara terasa kosong. Beberapa hari terakhir payudara terasa nyeri, kemerahan, dan badan saya mulai meriang. Selain itu, saya sering merasa cemas, mudah menangis, dan takut tidak menjadi ibu yang baik. Apakah semua masalah ini sering terjadi pada ibu menyusui? Bagaimana cara mengatasinya agar saya tetap bisa memberikan ASI kepada bayi saya?”

Jawaban

Ya, kondisi yang Anda alami merupakan masalah yang sangat sering terjadi pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan dan dialami oleh banyak ibu menyusui. Bayi yang masih belajar menyusu dapat mengalami kesulitan melekat pada payudara, sementara tubuh ibu juga masih menyesuaikan produksi ASI sesuai kebutuhan bayi. Payudara yang terasa kosong tidak selalu berarti produksi ASI sedikit, karena ASI diproduksi secara terus-menerus selama bayi menyusu. Sebaliknya, payudara yang nyeri, kemerahan, dan disertai demam atau badan meriang dapat mengarah pada mastitis sehingga perlu segera dievaluasi oleh tenaga kesehatan. Perasaan cemas, mudah menangis, dan takut tidak mampu menjadi ibu yang baik juga sering muncul akibat perubahan hormon, kurang tidur, kelelahan, serta proses adaptasi setelah persalinan. Sebagian besar masalah tersebut dapat diatasi dengan memperbaiki teknik pelekatan bayi, menyusui sesering mungkin, memastikan payudara dikosongkan secara optimal, mendapatkan istirahat yang cukup, serta memperoleh dukungan dari suami, keluarga, dan konselor laktasi. Bila keluhan tidak membaik, bayi tidak bertambah berat badannya, atau ibu mengalami demam tinggi dan nyeri payudara yang semakin berat, segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sejak dini. Dengan pendampingan yang tepat, sebagian besar ibu tetap dapat berhasil memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.

  1. Bayi Sulit Melekat pada Payudara Kesulitan melekat atau latching merupakan masalah yang sangat sering terjadi, terutama pada minggu-minggu pertama setelah persalinan. Penyebabnya dapat berasal dari posisi menyusui yang kurang tepat, mulut bayi yang belum membuka lebar, posisi lidah bayi, atau bentuk puting ibu. Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa bayi tidak bisa menyusu. Cobalah berbagai posisi menyusui seperti cradle hold, cross-cradle, football hold, atau posisi berbaring hingga menemukan posisi yang paling nyaman bagi ibu dan bayi. Pelekatan yang baik ditandai dengan mulut bayi membuka lebar, sebagian besar areola masuk ke mulut, dagu menempel pada payudara, dan ibu tidak merasakan nyeri yang berat selama menyusui.
  2. Khawatir ASI Sedikit Sebagian besar ibu merasa produksi ASI kurang pada awal menyusui, padahal kenyataannya produksi ASI sering kali masih normal. Produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand. Semakin sering bayi menyusu atau payudara dikosongkan, semakin banyak ASI yang diproduksi. Cara terbaik menilai kecukupan ASI bukan berdasarkan rasa penuh pada payudara, tetapi dari kenaikan berat badan bayi, frekuensi buang air kecil, dan kondisi bayi setelah menyusu. Bila memang dicurigai terdapat produksi ASI yang rendah karena alasan medis, dokter atau konselor laktasi akan mencari penyebabnya dan memberikan penanganan sesuai kondisi masing-masing ibu.
  3. Payudara Nyeri dan Mastitis Payudara yang terasa nyeri, bengkak, kemerahan, disertai demam atau gejala seperti flu dapat merupakan tanda mastitis. Kondisi ini terjadi akibat peradangan jaringan payudara dan dialami sekitar 10 hingga 20 persen ibu menyusui. Mastitis sering berawal dari pengosongan payudara yang kurang optimal, sumbatan saluran ASI, atau pelekatan bayi yang kurang baik. Penanganan sejak dini sangat penting agar tidak berkembang menjadi infeksi atau abses payudara. Ibu tetap dianjurkan melanjutkan menyusui atau memerah ASI secara teratur karena pengosongan payudara justru membantu proses penyembuhan. Bila disertai demam tinggi atau keluhan semakin berat, segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
  4. Cemas dan Mudah Menangis Setelah Melahirkan Perubahan hormon, kurang tidur, kelelahan, serta tuntutan merawat bayi dapat menyebabkan ibu merasa cemas, mudah marah, atau sering menangis. Sebagian ibu mengalami postpartum anxiety, sedangkan sebagian lainnya mengalami postpartum depression. Kedua kondisi ini dapat mengurangi rasa percaya diri saat menyusui dan berdampak pada keberhasilan pemberian ASI bila tidak ditangani. Jangan memendam perasaan sendiri. Ceritakan kondisi yang dialami kepada suami, keluarga, atau tenaga kesehatan. Dukungan emosional, istirahat yang cukup, serta penanganan yang tepat dapat membantu ibu pulih lebih cepat.
  5. Produksi ASI Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak Masalah laktasi tidak hanya berupa produksi ASI yang kurang, tetapi juga produksi yang berlebihan. Produksi yang terlalu sedikit dapat menyebabkan bayi kurang mendapatkan ASI, sedangkan produksi yang terlalu banyak dapat membuat payudara terasa penuh, mudah bocor, bahkan meningkatkan risiko mastitis. Kedua kondisi tersebut memerlukan pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, jangan mencoba mengatasi masalah berdasarkan pengalaman orang lain. Evaluasi oleh dokter atau konselor laktasi diperlukan agar penyebabnya diketahui dan penanganannya sesuai dengan kondisi masing-masing ibu.
  6. Jangan Menunda Meminta Bantuan Banyak ibu berusaha mengatasi semua masalah menyusui sendirian hingga akhirnya merasa putus asa. Padahal sebagian besar masalah menyusui dapat diperbaiki bila ditangani sejak awal. Dokter, bidan, perawat, atau konselor laktasi dapat membantu memperbaiki teknik menyusui, mengevaluasi produksi ASI, mengatasi mastitis, serta memberikan dukungan emosional. Semakin cepat masalah dikenali, semakin besar peluang ibu untuk berhasil memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan melanjutkan menyusui hingga usia dua tahun atau lebih.
  7. Keberhasilan Menyusui Tidak Ditentukan oleh Kesempurnaan Tidak ada ibu yang menjalani proses menyusui tanpa tantangan. Kesulitan pada minggu-minggu pertama bukan berarti ibu gagal atau tidak mampu memberikan ASI. Yang paling penting adalah mengenali masalah sejak dini, mencari bantuan yang tepat, dan tidak mudah percaya pada mitos yang belum terbukti. Dengan edukasi yang benar, dukungan keluarga, serta pendampingan tenaga kesehatan, sebagian besar ibu dapat melewati berbagai tantangan menyusui dan tetap berhasil memberikan ASI terbaik bagi bayinya.

Daftar Pustaka

  • Academy of Breastfeeding Medicine. Clinical Protocol #36: The Mastitis Spectrum, Revised 2022. Breastfeed Med. 2022;17(5):360-376.
  • American Academy of Pediatrics. Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2022;150(6):e2022057988.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *