KONSULTASI DOKTER ANAK: Bagaimana Agar Menyusui Berhasil? Apa Saja yang Harus Dilakukan Sejak Bayi Lahir?

Bagaimana Agar Menyusui Berhasil? Apa Saja yang Harus Dilakukan Sejak Bayi Lahir?

Pertanyaan

“Dok, saya sedang hamil anak pertama dan ingin memberikan ASI eksklusif. Namun, saya sering mendengar banyak ibu gagal menyusui karena ASI tidak keluar, bayi sulit melekat, atau harus kembali bekerja. Ada juga yang mengatakan keberhasilan menyusui hanya bergantung pada banyaknya ASI. Saya menjadi bingung dan khawatir tidak dapat menyusui dengan baik. Sebenarnya, apa saja langkah yang terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan keberhasilan menyusui sejak bayi lahir? Bagaimana cara mempersiapkan diri agar proses menyusui berjalan lancar?”

Jawaban, dr Widodo Judarwanto, pediatrician

Keberhasilan menyusui tidak hanya ditentukan oleh banyaknya ASI, tetapi merupakan hasil dari persiapan yang baik, teknik menyusui yang benar, dukungan keluarga, serta pendampingan tenaga kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UNICEF, dan American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan bahwa inisiasi menyusu dini, rawat gabung ibu dan bayi, serta pemberian ASI sesuai keinginan bayi merupakan langkah paling penting untuk membangun keberhasilan menyusui. Sebagian besar ibu secara fisiologis mampu menghasilkan ASI yang cukup apabila mendapatkan dukungan yang tepat pada hari-hari pertama setelah persalinan.

Salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah menjaga agar bayi tetap berada bersama ibu selama perawatan di rumah sakit atau setelah pulang ke rumah. Rawat gabung memungkinkan ibu lebih cepat mengenali tanda lapar bayi seperti membuka mulut, mengisap jari, atau mencari puting sebelum bayi menangis. Bayi yang disusui segera setelah menunjukkan tanda lapar umumnya lebih mudah melekat pada payudara dan menyusu lebih efektif. Kontak kulit dengan kulit juga meningkatkan pelepasan hormon oksitosin yang membantu pengeluaran ASI, memperkuat ikatan emosional ibu dan bayi, serta membantu mengatur suhu tubuh, denyut jantung, dan kadar gula darah bayi.

Informasi mengenai menyusui sebaiknya diperoleh dari tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi di bidang laktasi, bukan hanya dari media sosial atau pengalaman orang lain yang belum tentu sesuai dengan kondisi setiap ibu. Konselor laktasi, dokter, bidan, dan perawat yang terlatih dapat membantu memperbaiki posisi menyusui, pelekatan bayi, mengatasi puting lecet, payudara bengkak, maupun kekhawatiran mengenai produksi ASI. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memperoleh pendampingan laktasi sejak awal memiliki peluang lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif dibandingkan ibu yang tidak mendapatkan pendampingan.

Mengikuti kelas persiapan menyusui selama kehamilan juga terbukti meningkatkan keberhasilan laktasi. Dalam kelas tersebut, calon ibu dan ayah mempelajari manfaat ASI, mekanisme pembentukan ASI, teknik pelekatan yang benar, posisi menyusui yang nyaman, cara mengenali apakah bayi sudah mendapatkan ASI yang cukup, serta cara memerah dan menyimpan ASI apabila ibu harus kembali bekerja. Pendidikan sebelum persalinan membuat ibu lebih siap menghadapi berbagai tantangan sehingga tidak mudah menyerah ketika mengalami kesulitan pada minggu-minggu pertama menyusui.

Dukungan keluarga memiliki peran yang sangat besar. Ayah, nenek, maupun anggota keluarga lain dapat membantu dengan menciptakan suasana yang tenang, membantu pekerjaan rumah, memastikan ibu memperoleh makanan bergizi dan waktu istirahat yang cukup, serta memberikan dukungan emosional. Sebaliknya, komentar yang menyatakan ASI tidak cukup hanya karena bayi sering menyusu atau menangis dapat menurunkan kepercayaan diri ibu dan meningkatkan risiko pemberian susu formula tanpa indikasi medis. Dukungan psikologis yang baik terbukti meningkatkan keberhasilan menyusui melalui peningkatan rasa percaya diri ibu.

Bergabung dengan kelompok pendukung menyusui juga memberikan manfaat yang nyata. Melalui kelompok tersebut, ibu dapat berbagi pengalaman, memperoleh solusi dari masalah yang umum terjadi, serta mendapatkan motivasi dari ibu lain yang berhasil menyusui. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dukungan sebaya, terutama bila dipadukan dengan pendampingan tenaga kesehatan, meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif dan memperpanjang lama menyusui. Yang terpenting, setiap saran tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu dan dikonfirmasi kepada tenaga kesehatan bila terdapat keraguan.

Keberhasilan menyusui bukanlah hasil dari satu faktor, melainkan kombinasi antara persiapan sejak kehamilan, inisiasi menyusu dini, rawat gabung, menyusui sesuai kebutuhan bayi, teknik pelekatan yang benar, edukasi yang berbasis bukti, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Sebagian besar masalah menyusui dapat diatasi apabila dikenali sejak dini dan ditangani dengan tepat. Dengan pengetahuan yang benar dan lingkungan yang mendukung, sebagian besar ibu memiliki kemampuan untuk memberikan ASI eksklusif dan melanjutkan menyusui hingga dua tahun atau lebih sesuai rekomendasi organisasi kesehatan internasional.

Daftar Pustaka

  1. World Health Organization, UNICEF. Protecting, Promoting and Supporting Breastfeeding in Facilities Providing Maternity and Newborn Services: Guideline. Geneva: World Health Organization; 2017.
  2. American Academy of Pediatrics. Policy Statement: Breastfeeding and the Use of Human Milk. Pediatrics. 2022;150(1):e2022057988.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *