REVIEW UPDATE JOURNAL  : TATALAKSANA MIGRAIN PADA ANAK DAN REMAJA BERDASARKAN SYSTEMATIC REVIEW PEDOMAN INTERNASIONAL TERKINI

REVIEW UPDATE JOURNAL  : TATALAKSANA MIGRAIN PADA ANAK DAN REMAJA BERDASARKAN SYSTEMATIC REVIEW PEDOMAN INTERNASIONAL TERKINI

ABSTRAK

Migrain merupakan salah satu penyebab tersering nyeri kepala berulang pada anak dan remaja yang dapat mengganggu prestasi belajar, aktivitas fisik, kualitas hidup, serta kesehatan mental. Diagnosis sering terlambat karena gejalanya menyerupai berbagai kondisi lain dan manifestasi klinis pada anak berbeda dengan orang dewasa. Systematic review terbaru yang dipublikasikan dalam Cephalalgia tahun 2026 mengevaluasi delapan pedoman internasional utama mengenai diagnosis dan tatalaksana migrain pada anak dan remaja. Terdapat konsensus bahwa diagnosis harus menggunakan International Classification of Headache Disorders, Third Edition (ICHD-3), sedangkan tata laksana mencakup kombinasi edukasi, modifikasi gaya hidup, terapi nonfarmakologis, serta obat akut dan preventif sesuai indikasi. Review ini juga mengidentifikasi masih terbatasnya bukti mengenai penggunaan antagonis CGRP dan neuromodulasi noninvasif pada populasi pediatrik.

PENDAHULUAN

Migrain memengaruhi sekitar 8 sampai 12% anak usia sekolah dan prevalensinya meningkat pada masa remaja. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama disabilitas pada anak karena menyebabkan absensi sekolah, penurunan prestasi akademik, gangguan tidur, kecemasan, depresi, serta penurunan kualitas hidup keluarga. Diagnosis yang akurat menjadi penting karena sebagian besar kasus masih mengalami keterlambatan diagnosis atau mendapatkan terapi yang tidak sesuai.

Selama satu dekade terakhir berbagai organisasi internasional telah menerbitkan pedoman klinis mengenai diagnosis dan tata laksana migrain anak. Namun masih terdapat perbedaan rekomendasi mengenai terapi preventif, dosis obat, kelompok usia, serta penggunaan terapi baru. Oleh karena itu Hassan dan kolega melakukan systematic review terhadap seluruh pedoman internasional yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir untuk mengidentifikasi area yang telah mencapai konsensus dan area yang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

METODE REVIEW

Penelitian menggunakan metode systematic review sesuai standar PRISMA.

Database yang ditelusuri:
• PubMed
• Web of Science
• Scopus

Kriteria inklusi:
• Pedoman praktik klinis berbahasa Inggris.
• Dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir.
• Membahas diagnosis dan tata laksana migrain pada anak dan remaja.

Delapan pedoman memenuhi kriteria, berasal dari:

• American Academy of Neurology (AAN)
• European Headache Federation (EHF)
• European Academy of Neurology (EAN)
• International Headache Society (IHS)
• National Institute for Health and Care Excellence (NICE)
• Danish Headache Society
• German Migraine and Headache Society
• German Society of Neurology

HASIL REVIEW

Seluruh pedoman sepakat bahwa klasifikasi ICHD-3 merupakan standar diagnosis migrain pada anak dan remaja.

Sebagian besar pedoman juga menekankan bahwa tata laksana harus bersifat individual dengan mempertimbangkan usia, frekuensi serangan, tingkat disabilitas, penyakit penyerta, dan preferensi pasien serta keluarga.

TERDAPAT KONSENSUS MENGENAI

  1. Diagnosis menggunakan ICHD-3.
  2. Edukasi pasien dan keluarga sebagai bagian utama terapi.
  3. Modifikasi gaya hidup harus diberikan kepada semua pasien.
  4. Parasetamol dan ibuprofen merupakan terapi lini pertama saat serangan akut.
  5. Sumatriptan dan zolmitriptan semprot hidung merupakan pilihan lini kedua bila terapi awal gagal.
  6. Intervensi nonfarmakologis memiliki manfaat yang kuat.

PERBEDAAN ANTARPEDOMAN

Masih terdapat variasi mengenai:

• usia minimal penggunaan obat tertentu
• dosis terapi
• pilihan obat pencegahan
• lama terapi preventif
• kapan terapi preventif dihentikan

TERAPI NONFARMAKOLOGIS

Semua pedoman memberikan perhatian besar terhadap terapi nonobat, meliputi:

• tidur cukup dan teratur
• hidrasi adekuat
• makan teratur
• olahraga rutin
• mengurangi stres
• terapi perilaku kognitif
• biofeedback
• edukasi keluarga
• identifikasi faktor pencetus

Terapi ini direkomendasikan pada seluruh pasien, baik dengan maupun tanpa obat.

TERAPI AKUT

Pilihan pertama:

• Parasetamol
• Ibuprofen

Pilihan kedua:

• Sumatriptan nasal spray
• Zolmitriptan nasal spray

Sebagian besar pedoman belum banyak membahas obat suntik pada migrain akut anak.

TERAPI PREVENTIF

Dipertimbangkan bila:

• serangan sering
• kualitas hidup terganggu
• absensi sekolah tinggi
• terapi akut tidak efektif
• penggunaan analgesik berlebihan

Pemilihan obat dilakukan secara individual sesuai usia dan kondisi klinis.

GAP PENELITIAN

Review ini mengidentifikasi beberapa bidang yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

• antagonis CGRP pada anak
• antibodi monoklonal anti-CGRP
• neuromodulasi noninvasif
• dosis optimal terapi preventif
• keamanan jangka panjang
• efektivitas terapi kombinasi

IMPLIKASI KLINIS

Temuan systematic review ini menunjukkan bahwa sebagian besar pedoman internasional memiliki kesepakatan mengenai prinsip dasar diagnosis dan tata laksana migrain anak. Pendekatan modern tidak hanya berfokus pada pemberian obat, tetapi juga mengutamakan edukasi, perubahan gaya hidup, serta keterlibatan aktif keluarga dalam pengelolaan penyakit.

SARAN

Anak dengan nyeri kepala berulang sebaiknya dievaluasi menggunakan kriteria ICHD-3. Tata laksana harus dimulai dengan edukasi, identifikasi faktor pencetus, perbaikan pola hidup, dan terapi nonfarmakologis. Parasetamol atau ibuprofen merupakan pilihan pertama pada serangan akut, sedangkan terapi preventif diberikan berdasarkan frekuensi dan dampak migrain terhadap aktivitas sehari-hari. Penggunaan terapi baru seperti antagonis CGRP masih memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum direkomendasikan secara luas pada populasi pediatrik.

KESIMPULAN

Systematic review terbaru tahun 2026 menunjukkan adanya konsensus internasional bahwa diagnosis migrain pada anak harus menggunakan kriteria ICHD-3 dan tata laksana dilakukan secara komprehensif melalui kombinasi edukasi, modifikasi gaya hidup, terapi nonfarmakologis, serta obat akut dan preventif sesuai indikasi. Meskipun demikian, masih terdapat variasi rekomendasi mengenai terapi preventif dan penggunaan obat baru sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan pedoman klinis di masa mendatang.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Hassan A, Elmazny A, Elgenidi A, et al. Management of migraine in children and adolescents: A systematic review of guidelines and practice recommendations. Cephalalgia. 2026;46(2):3331024251413283. doi:10.1177/03331024251413283.
  2. Headache Classification Committee of the International Headache Society. The International Classification of Headache Disorders, 3rd edition (ICHD-3). Cephalalgia. 2018;38(1):1-211.
  3. Oskoui M, Pringsheim T, Billinghurst L, et al. Practice guideline update summary: Acute treatment of migraine in children and adolescents. Neurology. 2019;93:e1-e13.
  4. Oskoui M, Pringsheim T, Holler-Managan Y, et al. Practice guideline update summary: Pharmacologic treatment for pediatric migraine prevention. Neurology. 2019;93:500-509.
  5. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Headaches in over 12s: Diagnosis and management. Updated guideline. United Kingdom.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *