PROBIOTIK DAPAT MEMBANTU MENGURANGI NYERI PERUT FUNGSIONAL PADA ANAK, TETAPI MANFAATNYA MASIH TERBATAS: META-ANALISIS TERBARU TAHUN 2026
RINGKASAN ILMIAH
Meta-analisis terbaru yang diterbitkan dalam European Journal of Pediatrics tahun 2026 menunjukkan bahwa probiotik dapat memberikan manfaat kecil hingga sedang dalam mengurangi nyeri perut pada anak dengan gangguan nyeri perut fungsional (Functional Abdominal Pain Disorders, FAPD). Meskipun demikian, efektivitasnya masih terbatas dan tidak semua anak mengalami perbaikan yang bermakna. Probiotik sebaiknya dipandang sebagai terapi tambahan, bukan pengobatan utama.
APA ITU GANGGUAN NYERI PERUT FUNGSIONAL?
Gangguan nyeri perut fungsional merupakan penyebab tersering nyeri perut kronis pada anak tanpa ditemukan kelainan organik. Kelompok penyakit ini meliputi:
• Irritable Bowel Syndrome (IBS)
• Functional Dyspepsia
• Functional Abdominal Pain Not Otherwise Specified
• Abdominal Migraine
Kelainan ini dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara usus, otak, mikrobiota usus, sensitivitas saraf, faktor psikologis, dan motilitas saluran cerna.
METODE PENELITIAN
Peneliti melakukan meta-analisis terhadap:
• 21 uji klinis acak terkontrol (Randomized Controlled Trials)
• Periode penelitian 2005 hingga 2025
• Total 1.899 anak yang menyelesaikan penelitian
• Lama pemberian probiotik 2 hingga 12 minggu
• Dibandingkan antara probiotik, sinbiotik, dan plasebo
HASIL PENELITIAN
Hasil utama menunjukkan bahwa probiotik memberikan manfaat yang relatif kecil dibandingkan plasebo.
Temuan penelitian meliputi:
• Intensitas nyeri perut menurun sedikit dibanding plasebo (MD -0,80).
• Frekuensi nyeri berkurang sekitar satu episode setiap minggu.
• Peluang gejala hilang seluruhnya meningkat sekitar 56% dibanding plasebo.
• Number Needed to Treat (NNT) sekitar 7. Artinya sekitar tujuh anak perlu mendapat probiotik agar satu anak memperoleh manfaat tambahan dibanding plasebo.
• Tidak ditemukan peningkatan keberhasilan terapi bila menggunakan definisi keberhasilan yang lebih ketat pada masing-masing penelitian.
PROBIOTIK PALING BANYAK MEMBERIKAN MANFAAT
Di antara berbagai jenis probiotik, Lactobacillus rhamnosus GG menunjukkan hasil yang paling konsisten dalam menurunkan intensitas nyeri perut.
KEAMANAN
Seluruh penelitian melaporkan bahwa probiotik memiliki profil keamanan yang baik.
Efek samping yang dilaporkan hanya ringan, antara lain:
• Perut kembung ringan
• Perubahan pola buang air besar sementara
• Tidak ditemukan efek samping serius
MAKNA KLINIS
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa probiotik dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada anak dengan gangguan nyeri perut fungsional. Namun, manfaatnya relatif kecil sehingga tidak dapat dianggap sebagai terapi utama atau solusi untuk semua pasien.
Pendekatan yang lebih komprehensif tetap diperlukan, meliputi edukasi keluarga, evaluasi pola makan, identifikasi faktor psikososial, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta tata laksana sesuai jenis gangguan fungsional yang dialami anak.
KESIMPULAN
Meta-analisis terbaru tahun 2026 menunjukkan bahwa probiotik dapat sedikit mengurangi nyeri perut dan frekuensi serangan pada anak dengan gangguan nyeri perut fungsional. Lactobacillus rhamnosus GG memberikan hasil terbaik di antara probiotik yang diteliti. Walaupun aman digunakan, manfaat klinisnya masih terbatas sehingga probiotik sebaiknya digunakan sebagai terapi pendukung, bukan pengganti penatalaksanaan komprehensif.
REFERENSI
- Balasan N, et al. Probiotics for Functional Abdominal Pain Disorders in Children: A Systematic Review and Meta-analysis. European Journal of Pediatrics. Published online July 20, 2026. doi:10.1007/s00431-026-07161-5.







Leave a Reply